Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BPS Sebut Angka Inflasi di Kabupaten Rembang Belum Turun Signifikan, Apa Penyebabnya?

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Sabtu, 4 Mei 2024 | 17:59 WIB
JUAL BELI: Pedagang membuka lapak di Taman Kartini saat Syawalan beberapa waktu lalu
JUAL BELI: Pedagang membuka lapak di Taman Kartini saat Syawalan beberapa waktu lalu

REMBANG - Inflasi di Rembang masih belum tertekan secara signifikan. Memang sudah ada penurunan dibanding dengan sebelumnya.

Namun, angkanya masih di atas empat persen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini, dalam bulan April Kabupaten Rembang terjadi inflasi month to month 0,02 persen, inflasi year to year 4,87 persen dan inflasi year to date sebesar 0,56 persen.

 

Angka inflasi year to year memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data sebelumnya terpotret 4,93 persen.

Meski demikian, jumlah tersebut sudah melebihi batas toleransi yang telah ditetapkan pemerintah yakni 3,5 persen.

Kepala BPS Rembang Imam Teguh menyampaikan, pihaknya telah melakukan biaya hidup (SPH) terhadap beragam komoditas.

Di Rembang sendiri, ada 247 komoditas yang dilakukan pemantauan pergerakan harga saat kegiatan survei harga konsumen.

"Angka inflasi dihitung persentase perubahan IHK. Perubahan itulah yang disebut inflasi atau deflasi," katanya.

Dia bilang, perkembangan IHK pada bulan april secara umum memang mengalami kenaikan harga sebesar 0,02 persen.

Dari 11 kelompok pengeluaran, seperti makan, minum, dan tembakau, pakaian, kesehatan, transportasi, serta yang lainnya terdapat sembilan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi.

"Hanya dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi," imbuhnya.

Diantara kelompok-kelompok pengeluaran tersebut, dia bilang transportasi dinilai menjadi andil inflasi terbesar.

Dengan angka 0,7 persen dengan tingkat kenaikan harga rata-rata sebesar 0,59 persen.

"Komoditas mobil yang menjadi penyebab utama. Karena kemarin momen lebaran, terkait dengan transportasi meningkat," jelasnya.

Sementara, jika melihat dari sisi komoditas, kata Imam, ada sepuluh komoditas yang memiliki andil inflasi.

Yakni bawang merah, tomat, bayam, minyak goreng, mobil, udang basah hingga bakso siap santap. (vah/ali)

Editor : Ali Mustofa
#harga #biaya hidup #rembang #inflasi #komoditas #BPS