REMBANG – Perolehan suara calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul di lokasi para kiai atau Gus tersohor di Rembang.
Di TPS KH Mustofa Bisri (Gus Mus), pasangan itu memperoleh 106 suara.
Di TPS Ketua PBNU Gus Yahya (H Yahya Cholil Staquf), pasangan itu dapat 89 suara.
Sementara, TPS lokasi Gus Baha (Ahmad Bahauddin Nursalim) nyoblos memperoleh 127 suara.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) menyalurkan hak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001, Kelurahan Leteh.
Setiap Pemilihan Umum (Pemilu) Gus Mus memiliki doa untuk memilih pemimpin yang juga diamalkan oleh anggota keluarga.
Sementara KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha’ bersama istri menyalurkan suaranya dalam pesta demokrasi 2024 di TPS 003, Desa Narukan, Kragan, Rembang.
Sekitar lima menit, keduanya nyoblos lima surat suara.
Gus Mus sampai di TPS sekitar pukul 09.50 WIB.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatut Thalibin itu datang bersama para keluarga.
Mereka berjalan kaki.
Lokasi TPS sendiri sekitar 50 meter dari kediaman beliau.
Begitu memasuki area TPS, Gus Mus langsung disambut warga.
Beberapa ada yang bersalaman.
Saat Gus Mus sampai lokasi, situasi TPS 001 sudah ramai. Bilik suara masih dipenuhi warga.
Sehingga Gus Mus dan keluarga harus menunggu.
Sekitar 10 menit kemudian, nama Ahmad Mustofa Bisri dipanggil.
Gus Mus pun langsung mengambil surat suara dan menuju bilik untuk menentukan pilihan. Itu berlangsung sekitar 10 menit.
Setelah memilih, Gus Mus berharap pemilu bisa berjalan dengan dengan baik.
Serta bisa memperoleh pemimpin yang dapat mengerti rakyat dan amanah. "Kita kan sudah lama berdemokrasi," ujarnya.
Baru-baru ini, sebelum hari pemilihan, beredar rekaman video Gus Mus yang menyampaikan doa yang bisa dibaca sebelum menentukan pilihan.
Doa itu memiliki arti, Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan atas kami -karena dosa-dosa kami- penguasa yang tidak takut kepadaMu dan tidak berbelas-kasihan kepada kami.
Gus Mus menjelaskan, doa tersebut agar bisa mendapatkan pemimpin yang baik dan jujur.
Di TPS itu, Capres 01 memperoleh 21 suara. Capres 02 memperoleh 106 suara, dan 03 dengan 57 suara.
Sementara itu Gus Baha mengenakan kemeja putih dan lengan panjang dilipat.
Pakai peci hitam dan sarung warna abu-abu kombinasi ungu. Lalu pakai sandal jepit warna putih kombinasi hijau.
Lokasi TPS hanya berjarak 50 meter dari rumah menuju ke timur ketemu pertigaan. Lokasi coblosan sederhana.
Menempati halaman rumah adik sepupunya Muhammad Umar Faruq. Tak lain kades Narukan.
Seperti pemilih lainnya, Gus Baha tetap antre. Menunggu di kursi.
Sekitar tiga menit, petugas KPPS memanggil nama Gus Baha.
Setelah itu menerima lima kota suara presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.
Satu demi satu kotak suara dibuka. Setelah diteliti di coblos. Butuh waktu hampir lima menit salurkan suara.
Setelah salurkan suara di RT 4/RW 2, Gus Baha langsung balek. Menyempatkan meninjau lokasi di sekitar pondoknya.
Setelah itu jalan kaki menuju sebuah rumah. Hanya santrinya tidak mengikuti sampai akhir.
Di TPS lokasi Gus Baha nyoblos, Capres 01 memperoleh 83 suara. Capres 02 memperoleh 127 suara, dan 03 dengan 42 suara.
Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pulang kampung untuk menyalurkan hak pilih.
Gus Yahya -sapaan akrabnya- nyoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 003 Kelurahan Leteh, Rembang.
Lokasi TPS tempat Gus Yahya mencoblos tidak jauh dari kediamannya. Hanya berjarak sekitar 50 meter.
TPS 003 Kelurahan Leteh nampak sudah bersiap sejak pagi.
Di pagar depan sudah tertempel daftar pasangan calon presiden dan wakil presiden hingga legislatif.
Selain itu, juga ditempel salinan daftar pemilih tetap (DPT).
Sekitar pukul 08.30 WIB, Gus Yahya nampak berjalan kaki bersama keluarga.
Sesampainya di TPS, kakak dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas itu langsung disambut para petugas.
Saat itu situasi di TPS 003, Kelurahan Leteh masih lenggang. Sehingga tidak perlu ngantre.
Gus Yahya pun langsung mengambil surat suara dan masuk ke dalam bilik untuk menentukan pilihan.
Bagi dia, menyalurkan suara sama berarti menyalurkan kuasa.
Ia melihat sejauh ini kondisi pemilu sudah berjalan kondusif.
Ia berharap setelah ini Indonesia menjadi lebih baik.
"Saya tadi sudah mempergunakan kekuasaan saya, saya mengajak untuk menyambut pemilu ini dan mempergunakan hak kita dengan gembira," katanya.
Setelah selesai mencoblos, Gus Yahya tidak langsung pulang.
Ia duduk di depan TPS untuk berbincang bersama warga.
Salah satunya adalah KH Syarofudin Ismail Qoimas.
Obrolan tersebut nampak asyik sembari ditemani secangkir kopi.
Beberapa waktu kemudian rombongan keluarga lainnya datang.
Diantaranya ada adik-adik Gus Yahya, yakni Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro dan Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laquf. Juga ibunda mereka Hj Muchsinah.
Mereka juga menyalurkan suara di TPS yang sama.
Bisri Cholil Laqouf nampak mendorong kursi roda Hj. Muchsinah ke TPS.
Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, secara keseluruhan pemilu di Rembang terpantau kondusif.
Rabu (14/2) pihaknya memang janjian berangkat ke TPS bersama.
Di TPS lokasi Gus Yahya nyoblos, Capres 01 memperoleh 29 suara. Capres 02 memperoleh 89 suara, dan 03 dengan 62 suara. (vah/noe/zen)
Editor : Abdul Rokhim