REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tetap mengupayakan penganggaran untuk merawat kawasan Lasem Kota Pusaka.
Meskipun, untuk sementara Pemkab mengakui belum bisa menemukan cara untuk memberikan dampak secara ekonomi.
Untuk diketahui, kondisi kawasan Kota Pusaka memang butuh perhatian.
Sebab, saat ini sudah ada kerusakan di area Desa Karangturi.
Baca Juga: SOSOK Keisya Zarotus Syita, Siswi SMPN 1 Rembang yang Tampil Memukau Nyanyikan Lagu Mars Sekolah Versi Dangdut
Di sana, sudah ada satu lampu hias yang ambruk.
Selain itu juga ada beberapa yang sudah rusak.
Seperti bagian tiang yang hilang yang membuat kabel-kabel terlihat.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, kondisi ini membuat kekhawatiran warga jika terjadi kerusakan yang lebih parah.
Dikonfirmasi terkait upaya perawatan kawasan Kota Pusaka, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan perawatan.
Baca Juga: Pemkab Rembang Realisasikan 2.400 Paket Pengadaan Barang dan Jasa : 200 Paket Diproses Pakai E-Purchasing
Hanya saja, untuk sementara Pemkab masih belum bisa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan tersebut.
"Tetap akan kami rawat kota pusaka itu. Meskipun kami masih belum menemukan dari sisi ekonominya," jelasnya.
Hafidz menegaskan yang menjadi pertimbangan dalam perawatan kota pusaka, karena di sana memiliki nilai sejarah yang bisa berpengaruh terhadap masyarakat.
Sehingga bisa menjadi ikon untuk Kabupaten Rembang.
"Tapi dari sisi historis dan dari sisi ruhnya uni jelas utu berpengaruh pada masyarakat. Jadi dari sisi masyarakat yang toleran, yang berbudaya itu akan mengena," ujarnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim