Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Begini Keluhan Emak-emak Geruduk Polres Rembang Laporkan BMT Harum, Deposit Rp 265 Juta Tak Bisa Cair!

Abdul Rochim • Kamis, 23 November 2023 | 03:30 WIB
MENGADU: Emak-emak melaporkan pihak BMT Harum ke Polres Rembang karena tidak bisa menarik uang tabungan dan deposito baru-baru ini.
MENGADU: Emak-emak melaporkan pihak BMT Harum ke Polres Rembang karena tidak bisa menarik uang tabungan dan deposito baru-baru ini.

REMBANG - Begini keluhan nasabah lembaga keuangan atau koperasi syariah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Harum yang didominasi emak-emak melapor ke Polres Rembang masalah pencairan tabungan-deposito.

Atas keluhan yang tak kunjung ditanggapi pihak BMT Harum, para nasabah yang didominasi emak-emak itu pun lantas mengadukannya ke pihak Polres Rembang.

Salah seorang nasabah bahkan mengaku deposit senilai Rp 265 juta tidak bisa dicairkan.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, ada lima emak-emak yang mengajukan laporan terkait permasalahan itu ke Polres pada Rabu (22/11).

Salah seorang nasabah bernama Rukati mengaku ingin mencairkan tabungan milik orang tuanya.

Namun, setelah berkali-kali mencoba mengambil uang tersebut, pencairan itu tak kunjung juga berhasil.

Lebih lanjut, kata Rukati, orang tuanya mulai menabung sejak bulan Juni lalu.

Kemudian pada bulan Oktober kemarin ia mencoba menarik tabungan dan bisa berjalan lancar.

Namun, ketika ia mencoba menarik tabungan milik orang tuanya, hal itu tak kunjung juga berhasil.

"Saya bingung. Tabungan ada Rp 4 juta. Kemarin ada Rp 6 juta sudah diambil bulan 10 (Oktober, Red) Rp 2 juta. Tinggal 4 juta ini," katanya.

Kini, Rukati pun berencana menarik semua uang tabungan milik orang tuanya itu.

Sebab, ia merasa khawatir setelah mendengar rumor simpang siur tentang kondisi keuangan BMT.

"Sudah sepekan tidak ada putusan apa-apa," imbuhnya.

Hal serupa juga dialami nasabah lain bernama Puji.

Puji salah satu nasabah menuturkan, ia mengaku telah menaruh deposito sekitar bulan Mei lalu dengan jatuh tempo selama satu tahun.

Namun, saat ia mencoba mengambil uang bagi hasil yang telah dijanjikan.

Hal tersebut tak kunjung juga terealisasi.

Padahal, pada bulan-bulan sebelumnya pengambilan uang dapat berjalan lancar.

"Deposito saya itu nilainya Rp 265 juta. Baru enam bulan, ini mau ambil jasa tapi kok tidak bisa. Baru lima kali memang. Tapi dulu ya lancar-lancar aja," katanya.

Puji sebenarnya tidak berpangku tangan, ia sempat berinisiatif mengonfirmasi ke pihak BMT dan meminta penjelasan.

Namun, saat ditanya terkait pencairan uang tersebut, kata Puji, hal itu belum bisa direalisasikan dengan alasan lembaga keuangan yang berkantor di Kecamatan Rembang itu tidak memiliki dana.

Hal serupa juga dialami oleh salah satu nasabah bersama Rukati.

Terpisah, saat Jawa Pos Radar Kudus mencoba menghubungi pihak pimpinan BMT, namun sampai berita ini ditulis belum ada jawaban lebih lanjut terkait permasalahan tersebut. (vah/khim)

Editor : Dzikrina Abdillah
#rembang #BMT #polres #nasabah #Harum #emak emak