REMBANG – Fakta baru aksi tawuran pelajar dua SMK di Kecamatan Rembang akhirnya terungkap.
Tawuran antar pelajar itu pecah di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah, Rembang. Tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.
Tawuran tersebut bermula saat rombongan pelajar dari SMK Umar Fatah menggeber sepeda motor dan melempar batu ke lingkungan SMK Muhammadiyah Rembang.
Tak terima dengan aksinya, sejumlah pelajar SMK Muhammadiyah pun ikut terpancing dan keluar gerbang sekolah untuk mengejar para pelaku.
Fakta baru tawuran ini diketahui usai kedua sekolah berikrar dan sepakat berdamai di Mapolres, Selasa (7/11). Disaksikan Cabang Dinas Wilayah 3 Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Ternyata, awal mula tawuran ini berasal dari sebuah MAP. Dengan kalimat yang diunggah di media sosial (medsos) seberapa jauh sekolahmu. Akhirnya pecah.
Dari kronologi kejadian, kedua sekolah sama-sama mengaku salah. Kejadian ini tidak dibenarkan dan mengundang hal-hal negatif.
Soal pemicunya versi SMK Muhammadiyah Rembang dari akun Fanbase alumni atau siswa. Namanya STM28.
Awalnya bikin story dari perempatan Kempong sampai SMK Muhira dengan symbol ngajak perang.
Karena suatu hal tidak tahu juga. Siswa dari SMK UFA dengan perkiraan 30 motor 40 siswa datang ke SMK Muhira.
Lalu pihak sekolah bereaksi. Karena ada aksi blayer knalpot, warga sekitar juga mengetahui.
Sementara versi beda disampaikan SMK Umar Fatah Rembang. Jawa Pos Radar Kudus sempat bertemu dengan salah satu guru Yanuar Adi M. Selasa lalu mendapati informasi dari siswanya.
Jika sebelumnya pekan lalu atau tepatnya hari Jumat anak SMK Muhammadiyah Rembang datang ke sekolah.
Hal ini diperkuat dengan foto dan video status whatsaap anak didiknya.
Dalam video berdurasi 21 detik menunjukkan anak SMK berbaju biru. Lalu diikuti suara perekam menunjukan identitas gedung sekolahnya.
Dalam video diikuti pertanyaan ”Ki jane ono masalah po iki. Umar Fatah kok diluruk iki”? Ditambah ada suara masuk anak teriak-teriak.
”Ada videonya. Di foto juga ada saat di gapura Punjulharjo, Rembang sebelum menuju SMK Umar Fatah,” katanya ditemui di Mapolres.
Video dari story anak SMK Umar Fatah. Menunjukan anak SMK Muhammadiyah Rembang datang menuju sekolah.
Posisinya sudah didalam. Persis hari Jumat (3/11) ketika anak-anak mau berangkat Jumatan. Sekira pukul 11.30-12.00.
Secara logika kehadiran untuk mencari anak Umar Fatah. Kebetulan anak-anak sudah pulang sebab hari jumat setengah hari.
Hanya beberapa masih di sekolah. Saat itu ada anak-anak pondok hendak berangkat jumatan.
”Senin dapat info beberapa pihak. Ada dari teman guru. Lalu di share di grup. Kalau saya kebetulan habis dari Rembang ada acara. Terus balek sekolah, pas digapura ada salah satu yang ikut sama duduk didepan warung sama polisi. Akhirnya balek, tanya polisi dikabari informasi ada tawuran,” terangnya.
Dan informasi yang bersangkutan hanya ikut-ikutan. Informasi detail tidak tahu.
Hanya yang diketahui pekan lalu ada anak SMK Muhammadiyah Rembang kesekolahan. Lalu seninnya balas pihak anak Umar Fatah.
Ia juga angkat suara anak didiknya yang digebuki di video.
Ditanyakan anak-anak. sama mengirim foto. Termasuk chat awal perkara. Dari sebuah gambar map. Kalimatnya seberapa jauh sekolahmu?
Akun Tentang28 menjawab Juwana. Dijawab akun Joko Lotok, ufa sepele dek Rene MUHIRA.
Lalu dijawab akun Tentang28 akun mu lo fake yi bayi dengan tambahan emoticon tertawa sambil menangis. Lalu akun Arifin menjawab minimal nk di cht bales.
Akhirnya makin panjang. Pihaknya juga kurang tahu berikutnya. Pihak sekolah juga mencari informasi juga.
Lalu pihak Polres mengundang kedua belah pihak. Pihak SMK Muhammadiyah Rembang diundang pukul 16.00, disusul pukul 18.00 SMK Umar Fatah.
”Kita Senin malam hanya diminta keterangan kronologi. Belum tahu ada foto, chat dan video detailnya. Kita juga sudah peseni anak didik kami yang digebuki. Semua kita minta berikan keterangan sejujur-jujurnya,” pungkasnya. (noe)
Editor : Ali Mustofa