REMBANG – Sejumlah pelajar yang terlibat tawuran di depan SMK Muhammadiyah Rembang sepakat berdamai.
Pelajar yang terlibat tawuran itu berasal dari SMK Umar Fatah dan SMK Muhammadiyah Rembang.
Tawuran antar pelajar itu terjadi tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.
Upaya damai dilakukan di halaman Mapolres. Dan disaksikan Cabang Dinas Wilayah 3 Provinsi Jawa Tengah (Jateng), serta Kepala Sekolah (Kepsek) dua sekolah SMK
Kepala Sekolah SMK Umar Fatah Rembang, Syaifur Rohman menyampaikan dihadapan anak-anak (SMK Umar Fatah dan SMK Muhammadiyah Rembang, red) bahwa jekadian ini adalah kesalahpahaman.
Maka bersepakat kedua sekolah berdamai.
”Bisa tidak? Muhammadiyah terima geh?. Umar Fatah saya tanggung. Saya pastikan tetap terkendali,” sambutanya.
Semua tetap damai. Saudara. Begitupun kepala sekolah dan guru. Jadi tidak ingin terulang kembali kejadian terulang.
Setelah itu mengajak foto bersama-sama. Lalu dilanjutkan saling berjabat tangan.
Komitmen serupa ditunjukan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Rembang, Suntari menyampaikan sudah menerangkan persoalan selesai.
Harapannya diterima semua lingkungan sekolah dan dijadikan pembelajaran dan pengalaman.
”Kita harus mawas diri. Sama ikrar saya jangan ini dilanjutkan. Senin sudah selesai. Kalau proses hukum yang rugi kamu semua. Nanti kalau mau melangkah susah, buat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) semua serba online. Mohon disadari semunya,” pintanya.
Guru SMK Muhammadiyah Rembang, Adi Bohan mengupdate Senin malam pukul 21.10 WIB menyampaikan hasil kesepakatan berdamai guru.
Dilanjutkan paginya mengadakan apel. Isinya dari pihak keamanan dan siswa yang terlibat diberi tindakan kesadaran.
”Intinya dari kita damai. Tidak perlu balas-balasan. Kita khawatir anak-anak,” perhatiannya.
Sebelumnya dilaporkan sudah dipertemukan kedua belah pihak. Hingga pukul 20.00 sudah selesai dimintai keterangan.
Dari kronologi kejadian. Sama-sama mengaku salah. Kejadian tidak dibenarkan dan hal-hal negatif. (noe)
Editor : Ali Mustofa