REMBANG – Warga Tionghoa melaksanakan kegiatan sembahyang rebutan di Kelenteng Hok Tio Bio turut Desa Sumberjo, Kecamatan Rembang pada Senin (4/9).
Bahkan, kurang dari dua menit berbagai sembako hingga jajanan yang disiapkan untuk sembahyang itu ludes diserbu warga setempat.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sekira pukul 12.00 WIB para warga telah berkerumun di halaman kelenteng seraya membawa kresek dan wadah untuk sembako.
Baca Juga: Diwarnai Bazar UMKM hingga Fahion Show, Begini Keseruan Puncak HUT ke-3 Rumah BUMN Rembang
Baca Juga: Realisasi Investasi di Rembang Capai Rp 423,3 M, Serapan Tenaga Kerja Naik Lima Ribu Orang
Mereka nampak menunggu prosesi rebutan sembako yang menjadi acara tahunan tersebut.
Diketahui, ada berbagai macam sembako yang telah dipersiapkan untuk pelaksanaan peribadatan tersebut.
Mulai dari beras, mi instan, minyak goreng, hingga kue-kue telah siap dihidangkan.
Setelah gerbang kelenteng dibuka, warga pun langsung menyerbu tumpukan sembako dan jajanan itu.
Baca Juga: Miris! Semua Kegiatan OPD di Rembang Kena Refocusing, Ini Masalahnya
Baca Juga: Duh! Dua Ratus Sumber Air di Rembang Mulai Surut, Ini Penyebabnya
Dengan cekatan, bahan kebutuhan pokok itu langsung diambil oleh para warga. Bahkan, kurang dari 2 menit sembako tersebut sudah ludes.
Sunarto, seksi sembahyangan menyampaikan acara penyelenggara dari yayasan Dwi Kumala, Rembang menutrurkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pemberian makan kepada arwah yang tidak terpelihara.
Baca Juga: APBD Rembang Defisit Rp 143 Miliar, DPRD dan TAPD Sepakat Bahas APBD Perubahan Awal September 2023
”Setahun sekali mengadakan sembahyang rebutan untuk ngasih makan. Arwah yang tidak terurus. Untuk jatuh tanggalnya 30 Agustus 2023. Kadang kegiatan klenteng tidak bisa sama,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa sembahyang rebutan di Rembang sebelumnya juga digelar di klenteng Tjoe Hwie Kiong, di Desa Tasikagung, Rembang.
Baca Juga: Warga Sale Rembang Dukung Pemindahan Jalur Truk Tambang ke Jalur Perhutani, Ini Alasannya
Baca Juga: Jalur Truk Tambang di Rembang bakal Dialihkan ke Lahan Perhutani, Ini Tujuannya
Empat hari setelahnya, barulah Kelenteng Hok Tio Bio, Desa Sumberjo. Tradisi ini di semua klenteng intinya sama.
”Tujuanya kasih makan arwah yang tidak terurus,” terangnya.
Baca Juga: Target Berat! Ini Tugas dari Bupati Rembang untuk Tiga Kepala Dinas Baru yang Harus Dicapai
Baca Juga: Baru! Museum Kartini Rembang Tambah Ruang untuk Peninggalan Putra RA Kartini, Begini Penampakannya
Adapun rangkaianya diawali sujud berlutut mohon kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Setelahnya, mempersambahkan rangkaian upacara bagi keagungan asma Tuhan Yang Maha Kuasa.
”Prosesinya diawali doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mendoakan arwah supaya yang tidak terpelihara dikasih makan,” imbuhnya. (noe/khim)
Editor : Abdul Rokhim