Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Pelajar di Rembang Jadi Korban Pembacokan Orang Tidak Dikenal, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Ali Mustofa • Rabu, 28 Juni 2023 | 18:28 WIB
SYOK: Korban AS, 16 warga Sumberjo, Rembang, terlihat masih syok akibat terkena sabetan senjata tajam kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
SYOK: Korban AS, 16 warga Sumberjo, Rembang, terlihat masih syok akibat terkena sabetan senjata tajam kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Dua pelajar SMA berinisial AS dan MIS menjadi korban pembacokan orang tak dikenal saat melintas di Jalan Yos Sudarso, Rembang, Minggu dini hari (25/6). Akibat insiden ini, kepala keduanya bocor akibat sabetan senjata tajam.

Kemarin salah satu korban AS warga Sumberjo, Rembang, sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Kepala korban yang terkena bacokan tampak ditutup dengan perban. Akibat luka itu, korban mengeluhkan pusing dan matanya berkunang-kunang.”Masih pusing,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.

Menurut AS, insiden bermula ketika dia hendak pulang berboncengan dengan temanya MIS, 17. Saat berpapasan dengan para pelaku yang berboncengan, tiba-tiba ia dikageti para pelaku.” Saya Dibengoki hoe-hoe,” ujarnya.

Tak berselang lama, pelaku yang membawa senjata tajam langsung mengayunkan senjata tajam. Bacokan pertama kena kepala MIS yang membonceng, dan sabetan ke dua mengenai kepalanya.” Ketiganya luput terkena spedometer motor,” terangnya.

AS mengaku tak mengenal sama sekali para pelaku. Dia pun tak tau penyebabnya kenapa para pelaku sampai tega melakukan pembacokan.”Saya tidak kenal sama sekali dengan pelaku,” imbuhnya.

Atas kejadian itu, Susi Purnati ibu korban tak menyangka putranya dan rekannya menjadi korban pembacokan. Susi mengaku saat keluar rumah anaknya mengaku hendak mengantarkan temanya yang hendak makan nasi goreng di alun-alun.

”Temanya itu mau menyusul bapaknya makan nasi goreng di alun-alun. Lalu saat pulang ke rumah, tiba-tiba dibacok orang,” terangnya.

Keluarga mengetahui ada peristiwa pembacokan itu, setelah suaminya dikabari tetangga.” Dikira kecelakaan. Ternyata dibacok,” ujarnya.

Susi mengaku tak habis pikir, kenapa para pelaku sampai tega berbuat seperti itu. Apalagi korbannya masih anak-anak. Dan sama-sama tidak mengenal satu dengan lainnya pelaku. “Tidak tahu apa-apa dibacok. Makanya keluarga tetap akan membawa kasus ke ranah hukum,” tegasnya.

Ia berharap para pelaku yang sudah ditangkap polisi mendapatkan hukuman yang setimpal. “Sudah ada itikad baik dari keluarga para pelaku untuk minta maaf. Tapi keputusan keluarga tetap jalan. Supaya memberi pelajaran dan memberi efek jera,” imbuhnya.

Pihak kepolisian menyatakan telah mengamankan MDB, warga Leteh, Rembang, setelah ditangkap warga usai membacok warga. Polisi juga mengamankan a barang bukti, parang, sepeda motor Honda Scoopy, dan  kaos pelaku.”Sudah kami tangkap. Motive salah paham. Namun kami masih terus dalami dan saat ini masih kami periksa intensif,” kata Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo  singkat saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus. (noe/ali)  Editor : Ali Mustofa
#pelajar kena bacokan #rembang #korban pembacokan #polres rembang #kasus pembacokan