Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lima Desa di Kragan Rembang Bikin Kawasan "Tersanjung Ro Watu"

Ali Mustofa • Sabtu, 11 Desember 2021 | 15:10 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
REMBANG – Lima desa di Kecamatan Kragan satu barisan mengembangkan kawasan perdesaan dengan nama "Tersanjung Ro Watu". Kemarin langkah ini ditindaklanjuti dengan workshop Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP).

Camat Kecamatan Kragan Prapto Raharjo menyampaikan pembangunan kawasan di Kecamatan Kragan ada dua. Yakni potensi pantai dan pegunungan.

Ia menjelaskan pegunungan ada di Terjan, Sendang, Tanjungsari, Woro dan Watu pecah. Pantainya, ada Plawangan, Tegalmulyo dan Balongmulyo.

Prapto memaparkan penataan yang sudah berjalan saat ini, diantaranya Kawasan pantai Balongmulyo. "Maka kami berusaha menggerakan kawasan pegunungan. Kebetulan dari lima desa diatas, masyarakat, karangtaruna dan pemdesnya punya semangat kuat untuk kembangkan desa. Semua punya potensi. Baik di bidang wisata, agrowisata dan budaya," ujarnya.

Menurutnya, komitmen telah ditunjukkan dari perencanaan penganggaran. Diprioritaskan lewat dana desa. Selain fisik untuk mengembangkan potensi alamnya.  Kalau berkembang multiplayer efek banyak."Muaranya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, kelima desa didorong. Dengan pelatihan di balai latihan kerja kelompok.

"Masing-masing 4 orang dikirim ke sana. Selama 20 hari. Pengolahan hasil pertanian dan perkebunan," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mempersiapkan masyarakat. "Kalau bisa berkembang, bisa mengolah potensi alamnya dari hasil pertanian dan perkebunan. Untuk bisa dijadikan oleh-oleh. Saat ini mulai bergerak," ungkapnya.

"Tersanjung Ro Watu harapannya jadi trigger (pemicu) lainnya bisa berkembang. Rencananya bulan Januari 2022 diresmikan dengan berbagai event budaya. Ada juga festival kenduren,” imbuhnya.

Gus Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro atas nama Pemkab Rembang mengharapkan workshop bisa menghasilkan beberapa rekomendasi. Untuk bisa terbentuk sebuah kawasan. Baik pariwisata konvensional maupun religi serta agrowisata.

”Saya bilang di depan forum ini bisa sektor yang lain. Selain pariwisata, juga pengentasan kemiskinan dan lainnya,” ujarnya. (ali)

  Editor : Ali Mustofa
#pemkab rembang #rembang #potensi pegunungan #kawasan pedesaan