Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Bacaan Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh, Tak Perlu Khawatir Lupa!

Dzikrina Abdillah • Senin, 11 Maret 2024 | 22:45 WIB
ILUSTRASI Puasa.
ILUSTRASI Puasa.

RADAR KUDUS - Dalam Islam, niat puasa Ramadhan adalah langkah awal yang sangat penting sebelum memulai ibadah puasa.

Membaca niat bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga merupakan wujud dari kesadaran dan ketaatan seorang muslim.

Berikut adalah refleksi tentang hukum membaca niat puasa Ramadhan dan makna spiritual di baliknya.

Menurut mazhab As-Syafi’i, orang yang hendak puasa harus membaca lafal niat pada setiap malam Ramadhan.

Namun bagi mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali dalam satu bulan tersebut.

Dilansir dari NU Online, mazhab Maliki mewajibkan niat puasa pada malam pertama Ramadhan.

Adapun lafal niat puasa Ramadhan sebulan penuh sebagai berikut:

Lafal Bacaan Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh.
Lafal Bacaan Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh.

Atau sebagai berikut 

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihī lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku sengaja berpuasa bulan Ramadhan sekaliannya karena Allah ta’ala.

Dilansir dari NU Online, kewajiban niat puasa pada malam awal Ramadhan diterangkan antara lain dalam Risalah Abi Zaid Al-Qairuwani.

Hal itu disyarahkan dalam Kitab Al-Fawakihud Dawani. Sedangkan niat puasa malam Ramadhan berikutnya tidak diwajibkan.

ويبيت الصيام في أوله "وليس عليه البيات" كل ليلة "في بقيته" وكذلك كل صوم يجب تتابعه يكفي النية الواحدة

Artinya: Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadhan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya.

Demikian juga berlaku pada puasa yang harus dikerjakan secara berurutan. Cukup niat sekali di awal.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa bagi mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali, pada malam pertama Ramadhan.

Sehingga orang tidak perlu khawatir bila lupa berniat puasa pada malam-malam Ramadhan berikutnya.

Hukum membaca niat puasa Ramadhan bukanlah sekadar kewajiban formal.

Melainkan fondasi spiritual dalam menjalankan ibadah puasa.

Dengan kesadaran dan ketulusan dalam membaca niat, seorang muslim memperkuat hubungannya dengan Allah dan menjalani puasa dengan makna yang lebih mendalam.

Semoga setiap niat yang diucapkan selama bulan Ramadhan menjadi pintu pembuka keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Editor : Dzikrina Abdillah
#ramadhan #satu bulan penuh #niat #puasa