KUDUS - SMA Muhammadiyah Kudus merupakan sekolah yang berbasis double track. Sekolah ini membuka peluang siswa memilih dua jenis kelas, yaitu jenis kelas umum dan kelas vokasi. Terdiri dari kelas tata rias, tata boga, dan desain grafis.
Kepala SMA Muhammadiyah Edy Kusmanto mengatakan, kelas vokasi merupakan hasil dari kerja sama pada tahun ajaran (TA) genap 2023/2024 dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Kelas vokasi baru diterapkan tahun ini.
”Jadi, ketika anak hendak masuk ke SMA Muhammadiyah, akan diberi kesempatan untuk memilih kelas umum atau vokasi. Saat ini, sudah ada 60 siswa yang masuk kelas vokasi,” katanya.
SMA Muhammadiyah sendiri merupakan sekolah formal yang berbasis agama Islam. Para lulusan diperuntukkan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Namun, tidak semua peserta didik mampu untuk melanjutkan kuliah. ”Maka dari itu, kami memfasilitasi siswa dengan keterampilan melalui kelas vokasi, sehingga setelah lulus siswa bisa mandiri,” ujarnya.
Kelas vokasi dilaksanakan selama dua kali dalam sepekan. Pada Rabu dan Kamis. Dengan waktu sekitar enam jam tiap harinya. Siswa vokasi dibimbing langsung oleh pengajar dari BLK Kudus.
Dari hasil kelas vokasi itu, nanti siswa berhak mendapatkan sertifikat resmi dari BLK Kudus yang berpotensi laku di tingkat perusahaan. Selain itu, siswa juga bisa mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah mengikuti uji kompetensi.
”Saat ini sudah ada 11 siswa yang lolos dari uji kompetensi BNSP,” imbuhnya. (ark/lin)
Editor : Kholid Hazmi