Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gas Melon di Pati Tembus Rp30 Ribu per Tabung, Pertamina Ungkap Dugaan Permainan Harga

Ali Mustofa • 2026-02-26 12:03:12

 

Ilustrasi Gas LPG 3 kg 
Ilustrasi Gas LPG 3 kg 

PATI – Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pati mengeluhkan kenaikan harga LPG 3 kilogram yang mencapai Rp30 ribu per tabung.

Tingginya harga gas bersubsidi tersebut diduga dipicu kelangkaan pasokan di tingkat pengecer.

Salah seorang warga Kecamatan Gunungwungkal, Tuti, mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca Juga: Dua Yayasan di Pati Tolak Program MBG Selama Ramadan, Begini Sikap Pemerintah

Ia bahkan harus berkeliling ke beberapa desa sebelum akhirnya mendapatkan tabung gas dengan harga jauh di atas harga normal.

“Barangnya susah dicari, sampai harus keliling ke beberapa desa. Akhirnya dapat dengan harga Rp30 ribu, padahal biasanya sekitar Rp23 ribu per tabung,” keluhnya.

Meski harga melonjak, Tuti mengaku tetap membeli karena kebutuhan rumah tangga yang mendesak, meskipun harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG bersubsidi.

Keluhan serupa disampaikan Roni, warga Kecamatan Gembong. Ia mengaku sudah tiga hari mencari LPG 3 kilogram namun belum berhasil mendapatkannya.

“Saya sudah mendatangi sekitar lima toko, tapi semuanya kosong,” ujarnya. Ia menambahkan, pada pekan sebelumnya harga LPG 3 kilogram di wilayahnya sempat mencapai Rp27 ribu per tabung, namun kini stok semakin sulit ditemukan.

Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menyatakan pihaknya telah berupaya menjaga harga LPG 3 kilogram agar tetap sesuai HET, yakni Rp18 ribu per tabung.

Baca Juga: Meski Ada Penolakan Sekolah, Program MBG di Pati Tetap Beroperasi selama Ramadan, Anggaran Tak Berubah

Ia menjelaskan, tambahan pasokan gas bersubsidi telah disalurkan ke wilayah Pati Raya dan sekitarnya sejak pertengahan Februari 2026, tepatnya pada 17 dan 25 Februari.

Selain itu, Pertamina juga telah melakukan pemantauan di sejumlah daerah dan menemukan adanya indikasi kelangkaan di beberapa wilayah tertentu.

Kondisi tersebut terdeteksi di wilayah Blora, Grobogan, serta sebagian wilayah timur Pati, meski tidak terjadi secara merata di seluruh daerah.

Menurut Taufiq, selain meningkatnya permintaan masyarakat, terdapat dugaan praktik permainan harga oleh oknum tertentu yang menyebabkan harga LPG 3 kilogram melambung.

Ia mengimbau masyarakat agar membeli LPG langsung di pangkalan resmi, bukan melalui pengecer dengan harga tinggi.

Baca Juga: Menu MBG di Kabupaten Pati Disorot, Paket Telur Puyuh dan Roti Dinilai Tak Sesuai Harapan

Warga juga diminta melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan harga gas bersubsidi yang melebihi HET.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membeli di pengecer jika harganya terlalu tinggi. Jika menemukan harga jauh di atas HET, segera laporkan ke kepolisian atau dinas terkait,” tegasnya.

Kelangkaan LPG 3 kilogram saat ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh gas bersubsidi, dengan harga yang sebelumnya berkisar Rp23–25 ribu per tabung kini melonjak hingga Rp30 ribu akibat keterbatasan pasokan di pasaran. (aua)

Editor : Ali Mustofa
#pasokan gas #masyarakat #pati #ramadan #lpg 3 kg #pertamina