Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Yayasan di Pati Tolak Program MBG Selama Ramadan, Begini Sikap Pemerintah

A
Penulis: Ali Mustofa❯

MINIMALIS: Menu MBG Ramadan dari salah satu SPPG untuk siswa di Pati.
MINIMALIS: Menu MBG Ramadan dari salah satu SPPG untuk siswa di Pati.


Advertisement

PATI – Dua lembaga pendidikan di Kabupaten Pati memutuskan tidak berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.

Kendati demikian, program tersebut tetap dilaksanakan di sekolah lain yang masih bersedia menerima layanan.

Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menyampaikan bahwa dua yayasan yang menolak pelaksanaan program selama Ramadan adalah Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya di Kecamatan Margoyoso.

Keputusan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat dari pihak sekolah.

“Memang ada dua yayasan yang memilih tidak mengikuti MBG selama Ramadan. Namun operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan seperti biasa,” kata Basar.

Advertisement

Ia menegaskan, penolakan tersebut tidak memengaruhi pelayanan program.

SPPG tetap memberikan layanan kepada sekolah-sekolah yang bersedia menjalankan program MBG tanpa adanya pengalihan distribusi.

Selain itu, Basar memastikan alokasi anggaran MBG selama Ramadan tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk menu besar bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA, anggaran ditetapkan Rp10.000 per anak.

Sementara menu kecil untuk peserta didik PAUD hingga kelas 3 SD sebesar Rp8.000 per anak.

Program ini juga menyasar kelompok lain, seperti ibu hamil yang memperoleh alokasi Rp10.000 dan balita sebesar Rp8.000 per anak.

Pihaknya terus melakukan pengawasan di lapangan guna memastikan kualitas makanan serta proses distribusi berjalan sesuai standar.

Menurut Basar, apabila ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai ketentuan, penyedia layanan akan segera diberikan teguran dan dilakukan evaluasi.

Koordinasi juga dilakukan dengan pimpinan SPPG untuk menjaga kualitas program.

Ia menambahkan, berbagai temuan di lapangan telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat.

Namun, terkait pemberian sanksi kepada penyedia layanan sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga tersebut.

Basar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

Warga diminta mengonfirmasi langsung kepada SPPG setempat untuk memastikan kebenaran informasi.

Meski terdapat penolakan dari dua yayasan, pemerintah tetap berkomitmen melaksanakan program MBG sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi bagi peserta didik serta kelompok rentan di Kabupaten Pati selama bulan Ramadan. (adr)

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Pangan Nasional Kompak Naik, Beras hingga Cabai Ikut Meroket

Harga Pangan Nasional Kompak Naik, Beras hingga Cabai Ikut Meroket

Harga sejumlah komoditas pangan secara nasional tercatat mengalami kenaikan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Lestari Moerdijat: Penguatan Pencegahan dan Penegakan Hukum Harus Bersamaan dalam Mewujudkan Perlindungan Anak  

Lestari Moerdijat: Penguatan Pencegahan dan Penegakan Hukum Harus Bersamaan dalam Mewujudkan Perlindungan Anak  

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pencegahan dan penegakan hukum dalam perlindungan anak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus diperkuat secara bersamaan.

yah Tiri dan Kakak Tiri di Pati Diduga Cabuli Anak hingga 10 Kali, Terancam 16 Tahun Penjara

yah Tiri dan Kakak Tiri di Pati Diduga Cabuli Anak hingga 10 Kali, Terancam 16 Tahun Penjara

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, mengungkap dugaan keterlibatan dua orang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer