Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Modus Baru Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Pejabat Pati, Warga Diminta Hati-Hati

Ali Mustofa • Jumat, 27 Februari 2026 | 13:04 WIB

WASPADA: Tangkapan layar nomor WA yang mengaku Plt Bupati Pati Chandra untuk mengelabuhi calon korban.
WASPADA: Tangkapan layar nomor WA yang mengaku Plt Bupati Pati Chandra untuk mengelabuhi calon korban.

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap upaya penipuan yang mencatut nama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Peringatan tersebut muncul setelah beredar pesan singkat serta panggilan telepon melalui aplikasi WhatsApp yang menggunakan identitas berupa nama dan foto profil menyerupai Plt Bupati Pati.

Dalam komunikasi tersebut, pelaku diduga mencoba menghubungi sejumlah pihak dengan tujuan tertentu yang patut dicurigai.

Baca Juga: Gas Melon di Pati Tembus Rp30 Ribu per Tabung, Pertamina Ungkap Dugaan Permainan Harga

Melalui pernyataan resminya, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan bahwa pesan maupun panggilan tersebut merupakan bentuk penipuan.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku sebagai pejabat pemerintah, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang atau informasi pribadi.

“Telah beredar pesan WhatsApp dan panggilan telepon yang mengatasnamakan Plt Bupati Pati. Kami tegaskan bahwa hal tersebut merupakan tindakan penipuan,” demikian keterangan resmi dari Pemkab Pati.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar tidak melakukan transfer dana dalam bentuk apa pun.

Tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas, serta segera melakukan konfirmasi kepada instansi resmi apabila menerima pesan yang mencurigakan.

Pemkab Pati menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama pejabat publik.

Selain berpotensi menimbulkan kerugian materi, tindakan tersebut juga dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.

Untuk itu, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam mencegah aksi penipuan dengan melaporkan nomor atau kontak mencurigakan kepada pihak berwenang maupun melalui saluran resmi pemerintah daerah.

Dengan adanya imbauan ini, warga diharapkan semakin waspada dan tidak mudah terjebak oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. (aua)

Editor : Ali Mustofa
#penipuan #masyarakat #pati #whatsapp #pejabat