Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gas Melon di Pati Tembus Rp30 Ribu per Tabung, Pertamina Ungkap Dugaan Permainan Harga

A
Penulis: Ali Mustofa❯

 


Advertisement

Ilustrasi Gas LPG 3 kg 
Ilustrasi Gas LPG 3 kg 

PATI – Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pati mengeluhkan kenaikan harga LPG 3 kilogram yang mencapai Rp30 ribu per tabung.

Tingginya harga gas bersubsidi tersebut diduga dipicu kelangkaan pasokan di tingkat pengecer.

Advertisement

Salah seorang warga Kecamatan Gunungwungkal, Tuti, mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Ia bahkan harus berkeliling ke beberapa desa sebelum akhirnya mendapatkan tabung gas dengan harga jauh di atas harga normal.

Advertisement

“Barangnya susah dicari, sampai harus keliling ke beberapa desa. Akhirnya dapat dengan harga Rp30 ribu, padahal biasanya sekitar Rp23 ribu per tabung,” keluhnya.

Meski harga melonjak, Tuti mengaku tetap membeli karena kebutuhan rumah tangga yang mendesak, meskipun harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG bersubsidi.

Keluhan serupa disampaikan Roni, warga Kecamatan Gembong. Ia mengaku sudah tiga hari mencari LPG 3 kilogram namun belum berhasil mendapatkannya.

“Saya sudah mendatangi sekitar lima toko, tapi semuanya kosong,” ujarnya. Ia menambahkan, pada pekan sebelumnya harga LPG 3 kilogram di wilayahnya sempat mencapai Rp27 ribu per tabung, namun kini stok semakin sulit ditemukan.

Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menyatakan pihaknya telah berupaya menjaga harga LPG 3 kilogram agar tetap sesuai HET, yakni Rp18 ribu per tabung.

Ia menjelaskan, tambahan pasokan gas bersubsidi telah disalurkan ke wilayah Pati Raya dan sekitarnya sejak pertengahan Februari 2026, tepatnya pada 17 dan 25 Februari.

Selain itu, Pertamina juga telah melakukan pemantauan di sejumlah daerah dan menemukan adanya indikasi kelangkaan di beberapa wilayah tertentu.

Kondisi tersebut terdeteksi di wilayah Blora, Grobogan, serta sebagian wilayah timur Pati, meski tidak terjadi secara merata di seluruh daerah.

Menurut Taufiq, selain meningkatnya permintaan masyarakat, terdapat dugaan praktik permainan harga oleh oknum tertentu yang menyebabkan harga LPG 3 kilogram melambung.

Ia mengimbau masyarakat agar membeli LPG langsung di pangkalan resmi, bukan melalui pengecer dengan harga tinggi.

Warga juga diminta melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan harga gas bersubsidi yang melebihi HET.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membeli di pengecer jika harganya terlalu tinggi. Jika menemukan harga jauh di atas HET, segera laporkan ke kepolisian atau dinas terkait,” tegasnya.

Kelangkaan LPG 3 kilogram saat ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh gas bersubsidi, dengan harga yang sebelumnya berkisar Rp23–25 ribu per tabung kini melonjak hingga Rp30 ribu akibat keterbatasan pasokan di pasaran. (aua)

Advertisement

Artikel Terkait

HUT ke-81, PMI Kudus Gelar Rangkaian Kegiatan Peduli Bergerak Bersama

HUT ke-81, PMI Kudus Gelar Rangkaian Kegiatan Peduli Bergerak Bersama

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus siap meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 dengan sederet agenda sosial dan kemanusiaan.

Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI BO Rembang Hadirkan Apresiasi dan Layanan Sepenuh Hati untuk Nasab

Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI BO Rembang Hadirkan Apresiasi dan Layanan Sepenuh Hati untuk Nasab

Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi BRI BO Rembang untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah.

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 Agustus, Ada yang Rp14.950 per Liter

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 Agustus, Ada yang Rp14.950 per Liter

Harga BBM menjadi salah satu informasi yang cukup penting bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang ingin menghitung kebutuhan bahan bakar sebelum bepergian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer