PATI - Rustam (45), warga Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo rela merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan lingkungan di Dukuh Gayam, Desa Wukirsari RT 01/RW 02.
Jalan yang sebelumnya dinilai kurang layak tersebut kini diperbaiki dengan cara dicor sepanjang 100 meter dan lebar 3 meter, dengan melibatkan gotong royong warga setempat.
Rustam mengatakan, memperbaiki jalan desa telah menjadi impiannya sejak lama.
Ia ingin lingkungan desanya terlihat rapi, bersih, dan nyaman dilalui masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menghabiskan dana pribadi sebesar Rp 40 juta.
“Pengerjaan sudah sekitar 50 meter, sisanya kurang lebih 50 meter lagi. Rencana ini sudah lama, istilahnya supaya jalan kita nyaman dipandang dan lingkungan bersih. Ini memang cita-cita saya sejak kecil, supaya jalan desa kita enak dilewati warga maupun saudara,” ungkapnya.
Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Desa Wukirsari, Rustam merasa terpanggil untuk berkontribusi membangun desa tercinta.
Meski bukan aparatur desa, ia mengaku tulus membantu Pemerintah Desa (Pemdes) Wukirsari dalam menyediakan akses jalan yang layak bagi masyarakat.
“Awalnya membangun talud, kemudian dilanjutkan pengecoran jalan dengan total anggaran Rp 40 juta. Ini merupakan jalan masuk gang,” jelas Rustam yang berprofesi sebagai pengusaha.
Rustam turun langsung bersama warga dalam proses pengerjaan jalan tersebut secara gotong royong.
Warga pun menyambut baik perbaikan ini karena dinilai membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
“Sebelumnya memang sudah pernah dibenahi, tapi kami anggap masih kurang layak. Bukan dikeluhkan, hanya secara pandangan kurang bagus. Ke depan, harapannya jalan ini nyaman dilalui, enak dipandang, dan memberi kesan baik bagi siapa pun yang melihat,” tambahnya.
Kepala Desa Wukirsari, M. Sulistiono, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas inisiatif yang dilakukan Rustam.
Ia berterima kasih atas kepedulian warganya yang telah mendedikasikan diri untuk kepentingan umum.
“Terima kasih atas partisipasinya yang peduli pada kepentingan umum. Mudah-mudahan masyarakat bisa merawat dengan baik, dan semoga yang lain bisa mengikuti,” ujarnya.
Sulistiono menjelaskan bahwa masih banyak ruas jalan di Desa Wukirsari yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal.
Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran desa serta kondisi geografis wilayah yang luas dan cukup terjal.
“Terus terang masih banyak jalan yang belum tertangani maksimal. Kebetulan beliau ada rezeki. Jalan depan rumahnya sudah dibangun desa, kemudian beliau melanjutkan membantu pembangunan jalan lainnya,” katanya.
Ia pun berpesan kepada seluruh warga Desa Wukirsari untuk saling mendukung pembangunan desa.
Pemdes, kata dia, akan terus mendukung siapa pun yang memiliki inisiatif dan kemampuan untuk membantu pembangunan infrastruktur desa.
“Pesan untuk warga, mudah-mudahan yang memiliki rezeki lebih bisa berbagi dengan lingkungan sekitar, terutama untuk kepentingan jalan umum,” pungkasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa