Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul dan Jembatan Sungai Widodaren Ambrol Diterjang Banjir Kiriman, Jalur Pantura Sempat Terendam

Andre Faidhil Falah • Rabu, 10 Desember 2025 | 23:40 WIB
DITUNJUKKAN: Warga Desa Ketitangwetan, Batangan memperlihatkan tanggul jebol di desanya pada Rabu (10/12).
DITUNJUKKAN: Warga Desa Ketitangwetan, Batangan memperlihatkan tanggul jebol di desanya pada Rabu (10/12).

PATI - Tanggul Sungai Widodaren dan jembatan di Desa Ketitangwetan, Batangan, kembali ambrol setelah diterjang banjir kiriman dari wilayah selatan.

Luapan air sempat merendam jalur Pantura serta puluhan rumah warga dengan ketinggian sekitar 30–40 sentimeter.

Video amatir milik warga menunjukkan derasnya arus yang menghantam tanggul darurat dan jembatan tersebut.

Infrastruktur yang baru diperbaiki oleh BNPB itu tak mampu menahan tekanan air dan kembali rusak. Bahkan, jembatan kini putus total akibat kuatnya aliran sungai.

Debit air yang tinggi diperparah oleh tumpukan sampah kiriman yang menyumbat aliran sungai. Akibatnya, air meluap ke jalan nasional dan permukiman di sekitar bantaran sungai.

Sujono, warga setempat, menjelaskan bahwa banjir mulai datang sekitar pukul 23.00 WIB. Tanggul dan jembatan mulai ambrol sekitar pukul 02.30 WIB.

Ia menyebut banjir kiriman serta banyaknya sampah menjadi penyebab utama air tidak mengalir normal.

“Banjir ini selalu berulang tiap tahun. Harapannya pemerintah bisa melakukan penanganan yang maksimal,” ungkapnya.

Selain merendam rumah warga, banjir juga meninggalkan endapan lumpur setebal sekitar 5 sentimeter di lantai rumah dan halaman warga. Meski air sudah surut, sisa lumpur itu masih tampak menumpuk di sejumlah titik.

Warga kini menunggu langkah pemerintah untuk melakukan perbaikan permanen dan penanganan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang. (adr)

Editor : Mahendra Aditya
#tanggul ambrol #tanggul sungai #pati #jalur pantura