Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kronologi Meninggalnya Siswa SMK Negeri 2 Pati Diduga karena Jadi Korban Kekerasan

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 16 Mei 2025 | 22:00 WIB

 

KUMPUL: Warga dan kerabat korban duduk di rumah duka Desa Panggungroyom, Wedarijaksa, Selasa (13/5).
KUMPUL: Warga dan kerabat korban duduk di rumah duka Desa Panggungroyom, Wedarijaksa, Selasa (13/5).

PATI – Tawuran melibatkan dua pelajar dari SMKN 2 Pati dan SMK Tunas Harapan di Maargorejo pada Jumat (9/5) memakan korban jiwa.

Korbannya adalah BA, siswa SMK Negeri 2 Pati. Remaja berusia 17 tahun itu diduga menjadi korban salah sasaran.

Hal itu diungkapkan salah satu warga Pati Kota, Saiful Roni.

Menurutnya, berdasar keterangan adiknya yang masih pelajar, BA menjadi korban salah sasaran.

”Iya memang seperti itu (korban jadi salah sasaran tawuran, Red)," jawabnya saat ditanya apakah BA korban salah sasaran.

Di sisi lain, pihak sekolah juga mengamini itu. Wakil Kepala SMKN 2 Pati Catur Hariyadi mengklarifikasi itu bukan aksi tawuran. Melainkan kekerasan.

”Yang jelas (BA) salah sasaran. Dari video yang beredar, mohon maaf kami klarifikasi itu bukan tawuran. Kalau tawuran itu saling beradu. Kalau ini kan aksi penyerangan," tegasnya.

Setelah melihat video viral yang diduga aksi tawuran pada Jumat siang (9/5) lalu itu, ia yakin bahwa siswanya itu merupakan korban.

Karena jelas, temannya membantu ketika BA terjatuh.

”Begitu kejadian temannya jatuh otomatis kan membantu menghalangi konvoi. Konvoi itu melempar batu, mercon, botol kaca ke sekolahan berarti ada niat. Ia korban tidak tahu apa-apa," ucapnya.

Dia juga menjelaskan mengenai kronologinya, waktu itu kelas BA terjadwal Salat Jumat, sehingga para siswa melaksanakan salat di sekolah ataupun di lingkungan sekolah.

”Kebetulan masjid terdekat itu berada di TKP (tempat kejadian perkara). Runtutannya, kami selesai Salat Jumat.

Kemudian ada konvoi lewat dari arah barat ke timur. BA ini di TKP saya rasa tidak tahu apa-apa, karena ia pulang Jumatan," paparnya.

Ia juga mengaku sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di sekolah itu, sehingga mengetahui karakter dari murid-muridnya.

”BA selama ini tidak banyak masalah. Masalahnya ya wajar. Kenakalan remaja pada umumnya. Tidak berlebih yang mengharuskan mendapat perhatian khusus," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini, konflik terjadi antara dua kelompok.

Ternyata antara SMKN 4 dan SMK Tunas Harapan. Namun, yang terkena imbas justru siswa SMKN 2.

”Itu memang dari dua kelompok. Sebelumnya SMK 4 konvoi dan melempari kelompok SMK Tunas. Kelihatannya dari tunas saat itu mau membalas," terang informan yang enggan disebut namanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sebelumnya, Polresta Pati melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bergerak cepat menindaklanjuti aksi ini, dengan menangkap enam siswa yang diduga pelaku. Penangkapan itu, hanya butuh waktu tujuh jam dari kejadian.

Akibat dari tawuran ini, satu pelajar berinisial BA mengalami luka parah dan dilarikan ke RS Mitra Bangsa. Kemudian dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati.

Namun, pada Selasa (13/5) lalu dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif empat hari. (Andre Faidhil Falah)

Editor : Ali Mustofa
#tawuran #meninggal #pati #konvoi #kekerasan #tkp