Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cegah Banjir Susulan, Pemkab Pati Gerak Cepat Kirim Sandbag Tutup Tanggul Sungai Jebol di Batangan

Andre Faidhil Falah • Selasa, 18 Maret 2025 | 21:55 WIB

 

DIBANTU: Pemkab Pati mengirim sandbag di Desa Ketitangwetan, Batangan.
DIBANTU: Pemkab Pati mengirim sandbag di Desa Ketitangwetan, Batangan.

PATI - Pemkab Pati menambal sementara tanggul yang jebol dengan sandbag di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan. 

Banjir yang sempat merendam ratusan rumah di Desa Ketitang akibat jebolnya tanggul Sungai Widodaren kini telah surut.

Pemerintah melakukan penanganan sementara tanggul jebol itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mulai mengirimkan sandbag atau karung berisi pasir untuk menutup tanggul yang jebol. 

Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan sekitar 2.000 sandbag.

Tujuannya guna memperbaiki tanggul yang jebol sepanjang 15 meter.

Hari ini, sebanyak 1.000 sandbag tambahan kembali dikirimkan bersama peralatan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat proses penutupan tanggul. 

"Hari ini kami mengirim logistik sandbag dan peralatan dari BBWS ke lokasi untuk menutup tanggul yang jebol. Jumlahnya ada sekitar 1.000 sandbag," ujarnya. 

Ia berharap masyarakat dapat bergotong royong membantu dalam proses perbaikan tanggul.

Pasalnya, upaya mendapatkan tanah uruk sebagai material tambahan cukup sulit dilakukan. 

"Situasi seperti ini memang menyulitkan, terutama dalam mencari tanah uruk. Jika harus membeli, biasanya dari Gembong, tapi belum tentu desa memiliki anggaran kebencanaan untuk itu," tambahnya. 

Sementara itu, BPBD Pati masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk bantuan lainnya.

Mengingat kondisi genangan banjir telah surut, kebutuhan tambahan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. 

Salah satu warga Desa Ketitang Wetan, Udin Ali Nani, membenarkan bahwa banjir yang sempat merendam sekitar 500 rumah kini telah surut.

Namun, ia tetap merasa khawatir jika hujan deras kembali mengguyur dan menyebabkan tanggul kembali jebol. 

"Sekarang genangan air sudah surut, tapi kami khawatir kalau hujan deras lagi, tanggul bisa jebol lagi. Kami berharap ada penanganan yang lebih cepat dan permanen," harapnya. 

Seperti diketahui, banjir melanda permukiman warga Desa Ketitang Wetan pada Minggu (16/3) akibat jebolnya tanggul Sungai Widodaren sepanjang 15 meter.

Akibatnya, sekitar 500 rumah warga terendam dengan ketinggian air hampir satu meter.

Dengan langkah cepat BPBD dan bantuan masyarakat, diharapkan tanggul dapat segera diperbaiki guna mencegah banjir susulan. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#tanggul sungai #pati #pemkab #sandbag #BPBD