PATI – Kepolisian beserta Pemerintah Desa (Pemdes) Waturoyo, Margoyoso memberikan mediasi kepada panitia dan Sukati.
Ibu-ibu yang sempat viral karena menyiram rombongan sound horeg itu akhirnya berdamai.
Pada Minggu (11/8) lalu, Sukati viral di berbagai media sosial (medsos).
Ia merasa geram dan terganggu dengan karnaval sound horeg ketika melintasi di depan rumahnya, ia pun menyiram truk dengan air.
Sebenarnya, karnaval tersebut digelar warga dalam rangka sedekah bumi Desa Waturoyo, Margoyoso.
Nampak dalam video, Sukati meminta untuk mengurangi volume sound sambil memegang selang dengan air yang mengucur yang tak begitu deras.
Merasa tak terima ditegur, peserta karnaval sound horeg tersebut marah.
Juga sempat melakukan intimidasi dan provokasi bersama-sama.
Mendapat informasi dan keluhan dari masyarakat tentang kejadian tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama langsung memerintahkan jajaran Polsek Margoyoso untuk turun tangan.
Kepolisian akhirnya melakukan problem solving terhadap pihak-pihak yang terlibat cekcok tersebut.
Akhirnya, Kapolsek Margoyoso AKP Joko Triyanto beserta Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan mediasi.
Mediasi berlangsung di balai desa setempat pada Senin (12/8) sore.
Acara itu dihadiri masing-masing pihak dan beberapa saksi.
Kapolsek Margoyoso, AKP Joko Triyanto mengatakan, setelah melakukan mediasi yang cukup panjang, akhirnya kedua belah pihak yang terlibat cekcok pun akhirnya berakhir.
Mereka memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan saling berdamai.
Pihak peserta karnaval sound horeg meminta maaf atas perbuatannya.
Mereka berjanji mengganti kerusakan bagian rumah yang sempat rusak.
Sementara Sukati juga turut memaafkan peristiwa yang menimpanya.
Hal tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan bersama yang disaksikan oleh kades Waturoyo, perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
”Kami berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari. Monggo sami nguri-uri kabudayan Pati, wujudaken Pati Toto tentrem kerto raharjo,” paparnya. (adr)
Editor : Abdul Rokhim