Brighton & Hove Albion 0-1 Arsenal: Saka Tentukan Nasib, The Gunners Makin Dekat Gelar
Mahendra Aditya Restiawan• Kamis, 5 Maret 2026 | 05:00 WIB
Bukayo Saka selebrasi bersama rekan setimnya di Arsenal
RADAR KUDUS - Arsenal terus menjaga momentum dalam perburuan gelar Premier League 2025/2026.
Bertandang ke Amex Stadium pada 4 Maret 2026, tim asuhan Mikel Arteta meraih kemenangan tipis 1-0 atas Brighton dalam laga pekan ke-29.
Hasil ini membuat Arsenal untuk sementara unggul tujuh poin di puncak klasemen.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang catatan impresif mereka: tak terkalahkan dalam 20 laga Premier League yang dimainkan pada kick-off pukul 19.00 atau lebih malam.
Nyaris Blunder di Awal Laga
Atmosfer Amex Stadium begitu bergelora sejak menit pertama, dan Arsenal hampir saja dikejutkan oleh kesalahan sendiri.
Umpan kurang akurat dari David Raya membuat sang kiper keluar jauh dari sarangnya.
Carlos Baleba dengan cerdik mencoba mencungkil bola ke gawang kosong.
Namun, Gabriel Magalhães tampil sebagai penyelamat.
Bek asal Brasil itu berlari cepat dan menyundul bola tepat di garis gawang, menggagalkan peluang emas Brighton.
Momen tersebut menjadi titik balik penting. Alih-alih tertinggal, Arsenal justru mampu menghukum tuan rumah beberapa saat kemudian.
Saka Jadi Penentu
Bukayo Saka kembali menunjukkan perannya sebagai pembeda.
Menerima bola di sisi kanan, ia bergerak ke dalam sebelum melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti.
Bola meluncur melewati celah tangan dan kaki kiper Bart Verbruggen sebelum masuk ke gawang.
Gol itu bukan hanya memberi keunggulan, tetapi juga memperlihatkan efisiensi Arsenal.
Berdasarkan berbagai laporan statistik pertandingan, tim London Utara musim ini menjadi salah satu yang paling efektif dalam mengonversi keunggulan menjadi kemenangan ketika mencetak gol lebih dulu.
Brighton Menekan, Arsenal Bertahan Disiplin
Brighton mencoba merespons. Tim besutan Fabian Hürzeler meningkatkan intensitas serangan, tetapi kesulitan menciptakan ancaman bersih ke gawang Arsenal.
Menjelang turun minum, terjadi insiden di kotak penalti antara Gabriel Martinelli dan Mats Wieffer yang memicu protes keras dari kubu tuan rumah.
Namun wasit Chris Kavanagh tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Memasuki babak kedua, Brighton tampil lebih agresif.
Georginio Rutter memaksa Raya melakukan penyelamatan penting lewat tembakan keras dari luar kotak penalti.
Peluang lebih besar datang melalui sundulan Wieffer setelah menerima umpan Yankuba Minteh, tetapi bola mengarah tepat ke pelukan Raya.
Trossard Buang Peluang, Gabriel Bersinar
Arsenal sendiri tidak tampil dominan sepanjang laga.
Bahkan mantan pemain Brighton, Leandro Trossard, sempat menyia-nyiakan peluang emas sekitar 15 menit sebelum waktu normal berakhir.
Meski begitu, pertahanan Arsenal tampil solid hingga peluit akhir.
Gabriel Magalhães, yang melakukan penyelamatan krusial di awal laga, dinobatkan sebagai Man of the Match oleh sejumlah media statistik berkat kontribusi defensifnya yang menentukan.
Manfaatkan Hasil City
Kemenangan ini terasa semakin berharga karena pada saat bersamaan, Manchester City hanya bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest.
Arsenal pun kini memegang keunggulan tujuh poin di puncak klasemen.
Dengan selisih tersebut dan konsistensi performa yang terus terjaga, peluang Arsenal meraih gelar liga pertama mereka dalam lebih dari dua dekade semakin terbuka lebar.
Brighton, di sisi lain, harus menerima kenyataan bahwa inkonsistensi mereka musim ini membuat ambisi menembus zona Eropa semakin menjauh.
Musim belum berakhir, tetapi sinyalnya semakin jelas: Arsenal tahu cara menang bahkan ketika tidak tampil sempurna — ciri khas tim yang sedang menuju tangga juara.