RADAR KUDUS - Hasil imbang 1–1 antara PSIS Semarang dan Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 pekan ke-19 tak menggeser posisi kedua tim di tabel sementara Grup B.
Meski masing-masing menambah satu poin, peta persaingan klasemen tetap stagnan.
Bermain di Stadion Jatidiri, Minggu (15/2/2026), Persela sempat memimpin lebih dulu lewat gol Hambali Tolib di babak pertama sebelum Rafinha menyelamatkan tuan rumah pada menit 90+1.
Tambahan satu angka ini membuat Persela mengoleksi 30 poin, sementara PSIS kini mengumpulkan 12 poin.
Update Poin dan Posisi
Berdasarkan klasemen sementara yang dihimpun dari sejumlah laporan pertandingan:
- PSIS Semarang: 12 poin – tetap di peringkat 9
- Persela Lamongan: 30 poin – masih bertahan di posisi 6
Tak ada perubahan peringkat meski kedua tim sama-sama mendapat tambahan angka. PSIS masih tertahan di papan bawah, sedangkan Persela tetap nyaman di zona papan tengah dan menjaga jarak dari rival-rival di bawahnya.
Fakta dan Data Pertandingan
Beberapa catatan penting dari laga ini:
- Persela unggul lebih dulu melalui skema serangan balik cepat.
- PSIS mendominasi penguasaan bola pada babak kedua dengan tekanan intens ke lini pertahanan lawan.
- Gol Rafinha di masa injury time menggagalkan kemenangan Persela yang sudah di depan mata.
- Ini menjadi hasil imbang kedua PSIS dalam lima laga terakhir, sementara Persela memperpanjang tren tak terkalahkan mereka dalam tiga pertandingan beruntun.
Secara statistik, Persela tampil efektif meski tak dominan dalam penguasaan bola.
Sebaliknya, PSIS menunjukkan daya juang tinggi namun masih menghadapi persoalan konsistensi penyelesaian akhir.
Dampak ke Persaingan Grup B
Kompetisi di Grup B musim ini berlangsung ketat. Selisih poin antar tim papan tengah relatif tipis, sehingga satu kemenangan bisa langsung mendongkrak posisi beberapa tingkat.
Bagi Persela, tambahan satu poin menjaga peluang mereka tetap terbuka untuk menekan lima besar.
Dengan 30 poin, mereka masih berada dalam jarak kompetitif dari zona promosi atau babak lanjutan.
Sementara itu, PSIS wajib segera menemukan momentum kemenangan.
Dengan 12 poin dari 19 laga, posisi mereka masih rawan dan membutuhkan hasil maksimal di pekan-pekan berikutnya untuk menjauh dari tekanan zona bawah.
Hasil imbang 1–1 di Semarang memang tidak mengubah posisi klasemen, namun tetap berdampak dalam dinamika persaingan.
Persela mempertahankan stabilitas di peringkat enam dengan 30 poin, sedangkan PSIS belum mampu beranjak dari posisi sembilan dengan 12 poin.
Sisa musim masih panjang, tetapi setiap laga kini terasa krusial — terutama bagi PSIS yang membutuhkan lonjakan performa untuk memperbaiki nasib di klasemen.
Editor : Mahendra Aditya