Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Liga Inggris 2025/2026 Pekan ke-25: Haaland Bantu Man City Kalahkan Liverpool

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 9 Februari 2026 | 07:58 WIB
Pemain Manchester City Erling Haaland 
Pemain Manchester City Erling Haaland 

RADAR KUDUS - Pekan ke-25 Liga Inggris 2025/2026 menghadirkan satu pesan tegas: perburuan gelar belum selesai. Manchester City pulang dari Anfield dengan kemenangan 2-1 yang bukan hanya bernilai tiga poin, tetapi juga menjaga jarak Arsenal tetap dalam radar.

Di pusat cerita itu, berdiri Erling Haaland—bukan sekadar pencetak gol, melainkan pemantik perubahan arah musim.

Minggu (8/2/2026) WIB ditutup dengan dua pertandingan yang sama-sama berpengaruh terhadap peta klasemen.

Crystal Palace lebih dulu mencuri perhatian lewat kemenangan tipis atas Brighton. Namun sorotan utama jatuh ke Merseyside, tempat City menantang Liverpool di laga yang sarat tekanan dan konsekuensi.

Palace Bangkit, Brighton Tersalip

Di AMEX Stadium, Crystal Palace akhirnya mengakhiri rentetan hasil buruk yang membekap mereka sejak akhir tahun.

Gol tunggal Ismaila Sarr pada menit ke-61 cukup untuk membawa pulang kemenangan pertama Palace di 2026 setelah 12 laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.

Hasil ini terasa penting, bukan hanya karena tiga poin, tetapi karena dampaknya di papan tengah. Palace melonjak ke peringkat ke-12 dengan 32 poin, melewati Brighton dan Tottenham sekaligus.

Bagi tim yang menyandang status juara bertahan Piala FA, kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan setelah periode stagnan.


Anfield, Tekanan, dan Taruhan Gelar

Beberapa jam berselang, atmosfer jauh lebih panas tersaji di Anfield. Manchester City datang membawa beban selisih sembilan poin dari Arsenal di puncak klasemen.

Kekalahan akan membuat jarak itu hampir mustahil dikejar, sementara kemenangan membuka kembali jalur harapan.

Secara permainan, City menguasai ritme sejak awal. Mereka memegang bola lebih lama, memaksa Liverpool bertahan, dan menutup ruang di lini tengah. Namun dominasi itu tak segera berbuah.

Justru Liverpool yang memukul lebih dulu. Menit ke-74, Dominik Szoboszlai mengeksekusi tendangan bebas jarak jauh dengan teknik sempurna.

Bola meluncur liar, memantul tiang, dan menaklukkan kiper City. Anfield meledak; City tertinggal di momen paling genting.

Haaland Mengubah Arah

Dalam situasi seperti itu, peran pemain bintang diuji. Erling Haaland menjawabnya dengan cara paling efektif.

Sepuluh menit setelah gol Szoboszlai, striker Norwegia itu memenangi duel udara di kotak penalti dan mengirim bola matang ke Bernardo Silva. Tanpa banyak gaya, Silva menyamakan skor pada menit ke-84.

Momentum sepenuhnya beralih. Liverpool tampak goyah, City semakin percaya diri. Drama mencapai puncak di masa injury time ketika Alisson Becker melanggar Matheus Nunes di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih.

Haaland maju sebagai algojo. Tekanannya besar, konteksnya menentukan. Eksekusi dilakukan tanpa cela pada menit ke-90+3. Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi simbol ketenangan di tengah kekacauan.

Sembilan Menit yang Mengubah Musim

Dalam rentang kurang dari sepuluh menit, City membalikkan keadaan: dari tertinggal menjadi pemenang. Liverpool kehilangan segalanya—keunggulan, momentum, bahkan ketenangan.

Kartu merah untuk Szoboszlai di penghujung laga menutup malam kelam tuan rumah.

Bagi City, kemenangan ini menjaga jarak dengan Arsenal tetap enam poin. Dengan 13 pertandingan tersisa, selisih tersebut masih realistis untuk dikejar. Tekanan kini sepenuhnya berada di pihak pemuncak klasemen.

Efek Psikologis di Puncak

Yang jarang disorot bukan hanya skor, melainkan efek psikologisnya. Arsenal memang tidak bermain di Anfield malam itu, tetapi hasil City secara langsung menyentuh ruang ganti mereka. Jarak enam poin bukan lagi zona aman, melainkan alarm.

City menunjukkan bahwa mereka mampu menang di laga dengan tekanan maksimal. Liverpool menjadi contoh bagaimana satu kesalahan kecil bisa berdampak besar ketika menghadapi tim dengan mental juara.

Bagi Liverpool, kekalahan ini memperumit misi menembus lima besar. Mereka tertahan di papan tengah atas, dengan jarak empat poin dari Chelsea di posisi kelima. Ancaman lain datang dari Everton yang hanya terpaut dua poin.

Masalah Liverpool bukan sekadar hasil, tetapi konsistensi dalam mengelola momen krusial. Gol indah Szoboszlai seharusnya menjadi titik tolak, bukan awal dari keruntuhan.

Klasemen dan Arah Kompetisi

Hasil pekan ke-25 menegaskan satu hal: Liga Inggris musim ini masih terbuka. City menolak menyerah, Arsenal belum aman, dan Liverpool terjebak dalam tekanan ganda—mengejar Eropa sambil menghindari kejaran rival sekota.

Musim memasuki fase di mana setiap keputusan, setiap penalti, dan setiap kesalahan kiper bisa menentukan arah cerita. Dan di Anfield, Erling Haaland memastikan ceritanya masih panjang.

Editor : Mahendra Aditya
#Hasil Liga Inggris Hari Ini #Haaland #dominic szoboszlai #arne slot #Head to head Man City vs Liverpool #klasemen liga Inggris 2026 #susunan pemain man city vs liverpool #man city #Prediksi Man City vs Liverpool #liverpool #man city vs liverpool