Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanggapi Kenaikan Harga Pertamax, Bos Danantara: "Masa Ditanggung Terus..?"

G
Penulis: Ghina Nailal Husna❯

Advertisement

Tanggapi Kenaikan Harga Pertamax, Bos Danantara: "Masa Ditanggung Terus..?"
Tanggapi Kenaikan Harga Pertamax, Bos Danantara: "Masa Ditanggung Terus..?"

 

RADAR KUDUS — Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax terus menuai tanggapan dari berbagai petinggi lembaga strategis nasional.

Advertisement

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, turut memberikan argumentasi kuat terkait alasan mendasar di balik meroketnya harga BBM berkadar oktan (RON) 92 tersebut di pasaran.

Dony menegaskan bahwa langkah korporasi yang diambil oleh PT Pertamina (Persero) sudah sepatutnya dilakukan demi mengikuti mekanisme pasar bebas.

Advertisement

Terlebih, saat ini tensi geopolitik global sedang memicu fluktuasi tajam pada harga minyak mentah dunia yang menjadi bahan baku utama produksi.

Menjaga Kesehatan Fiskal dan Nilai Keekonomian

Dony menjelaskan bahwa status Pertamax sebagai produk komersial atau nonsubsidi membuatnya harus tunduk pada hukum pasar dan harga keekonomian riil.

Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBD/APBN) untuk menyokong atau menambal selisih harga komoditas ini.

Oleh karena itu, menahan harga Pertamax di bawah modal produksi dalam jangka waktu lama dinilai sebagai langkah yang tidak sehat secara bisnis.

"Pertamax ini adalah produk nonsubsidi, berbeda dengan BBM bersubsidi yang mendapatkan dukungan penuh dari anggaran pemerintah.

Masa posisinya harus ditanggung terus oleh keuangan perusahaan maupun negara? Penyesuaian ini perlu agar tidak menciptakan beban finansial yang tidak perlu," ujar Dony Oskaria menjelaskan duduk perkaranya.

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa sebelum penyesuaian ini resmi diberlakukan, harga jual Pertamax di dalam negeri sebenarnya masih bertengger di bawah harga pasar yang seharusnya.

Langkah koreksi harga ini pun dipastikan tidak diambil secara sepihak, melainkan telah melalui proses evaluasi matang serta mengantongi persetujuan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator sektor energi nasional.

Akurasi Sasaran Pengguna dan Keberlanjutan Bisnis

Dari kacamata keadilan sosial, Danantara menilai bahwa kebijakan menahan harga Pertamax justru berpotensi memicu ketimpangan alokasi ekonomi.

Pasalnya, mayoritas konsumen yang mengonsumsi BBM jenis Pertamax ke atas merupakan masyarakat yang berasal dari kluster ekonomi menengah ke atas serta pemilik kendaraan mewah.

Menahan harga produk premium agar tetap murah dianggap kurang tepat sasaran jika pada akhirnya beban finansial tersebut harus ditanggung secara agregat oleh perusahaan negara—yang mana esensinya adalah modal milik seluruh rakyat Indonesia.

Dengan diberlakukannya harga baru yang sesuai dengan dinamika global, Danantara berharap mekanisme pasar dapat berjalan secara sehat dan transparan sesuai regulasi.

Langkah taktis ini dinilai krusial bukan hanya untuk menjaga keberlanjutan bisnis energi jangka panjang PT Pertamina, melainkan juga untuk mengamankan ketahanan energi nasional dari hulu hingga ke hilir. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN, Siapkan Investasi hingga Rp18 Triliun

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN, Siapkan Investasi hingga Rp18 Triliun

Danantara membuka peluang menambah kepemilikan saham BUMN dengan rencana tambahan investasi US$1 miliar atau sekitar Rp18 triliun hingga akhir 2026. Fundamental perusahaan menjadi pertimbangan utama.

Luke Thomas Mahony Disiapkan Jadi Dirut PT DSI, BUMN Baru Pengelola Ekspor SDA

Luke Thomas Mahony Disiapkan Jadi Dirut PT DSI, BUMN Baru Pengelola Ekspor SDA

Rosan Roeslani mengungkap Luke Thomas Mahony akan memimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia. BUMN baru ini disiapkan pemerintah untuk mengelola tata niaga ekspor komoditas strategis nasional.

Profil Lengkap Luke Thomas, Warga Australia yang Kini Pimpin BUMN Danantara Sumberdaya

Profil Lengkap Luke Thomas, Warga Australia yang Kini Pimpin BUMN Danantara Sumberdaya

Luke Thomas Mahony resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Danantara Sumberdaya Indonesia. Warga Australia itu memiliki pengalaman panjang di industri tambang global dan pernah bekerja di Vale serta BHP Billiton.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer