
KOTA – Hari kedua pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Modern Rendeng, Kabupaten Kudus, masih berlangsung normal.
Meski terjadi penurunan penjualan Pertamax, belum terlihat adanya peralihan konsumsi secara besar-besaran ke BBM jenis Pertalite.
Pantauan di lokasi pada Kamis (11/6) sekitar pukul 12.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan di seluruh dispenser berjalan lancar seperti hari-hari biasa.
Tidak tampak antrean panjang maupun kepadatan kendaraan yang mengimdikasikan kepanikan masyarakat akibat penyesuaian harga BBM.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian besar pengguna Pertamax masih memilih mempertahankan jenis bahan bakar yang digunakan selama ini, meskipun harus membayar lebih mahal setelah kenaikan harga yang berlaku sejak Rabu (10/6) pukul 00.00 WIB.
Supervisor SPBU Modern Rendeng, Budi Utomo, mengatakan bahwa hingga hari kedua setelah kenaikan harga, situasi di lapangan masih terkendali dan aktivitas pengisian BBM berjalan normal.
“Alhamdulillah antrean masih normal. Hari kedua setelah perubahan harga BBM di SPBU Modern Rendeng Kudus masih normal, tidak ada lonjakan antrean maupun perubahan yang mencolok,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (11/6).
Meski demikian, pihaknya mencatat adanya penurunan penjualan Pertamax sekitar 15 persen dibandingkan kondisi sebelum kenaikan harga.
Penurunan tetsebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap operasional SPBU.
Sementara itu, untuk penjualan Pertalite, Budi menyebut belum terjadi peningkatan yang berarti.



