RADAR KUDUS - Kericuhan kembali mencoreng dunia sepak bola nasional.
Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara oknum suporter dan aparat kepolisian viral di media sosial, usai pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara Persik Kendal melawan Persikama yang berakhir dengan skor 1-2.
Insiden tersebut disebut terjadi setelah laga usai di Stadion Kebondalem.
Dalam rekaman video yang beredar luas, sejumlah oknum suporter terlihat masuk ke area stadion dan terlibat ketegangan dengan polisi yang sedang berjaga mengamankan situasi pascapertandingan.
Video viral itu juga memperlihatkan momen ketika beberapa suporter diduga mengejar aparat kepolisian di sekitar area stadion.
Suasana tampak tidak terkendali, dengan teriakan dan aksi saling kejar yang memicu kekhawatiran publik akan keselamatan semua pihak di lokasi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola di Tanah Air.
Padahal, Liga 4 sejatinya menjadi ajang pembinaan dan pengembangan sepak bola daerah, yang semestinya menjunjung tinggi sportivitas dan semangat fair play.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun identitas para pelaku dalam insiden tersebut.
Namun, kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengelolaan pertandingan, edukasi suporter, serta penegakan aturan demi menjaga wajah sepak bola Indonesia agar tidak terus tercoreng oleh aksi anarkis.
Editor : Mahendra Aditya