Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pesta Gol Tanpa Ampun di Etihad: Manchester City Gilas Exeter City 10-1, Guardiola Tersenyum Lebar

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 11 Januari 2026 | 09:00 WIB

Pemain Manchester City Erling Haaland 
Pemain Manchester City Erling Haaland 

RADAR KUDUS -Manchester City kembali memperlihatkan wajah paling menakutkan mereka di kompetisi domestik.

Tanpa ampun dan tanpa kompromi, pasukan Pep Guardiola menghancurkan Exeter City dengan skor telak 10-1 dalam lanjutan Piala FA di Etihad Stadium, Sabtu malam WIB.

Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke babak berikutnya, tetapi juga pernyataan kekuatan bahwa kedalaman skuad City tetap mematikan meski diwarnai rotasi pemain.

Guardiola sengaja menurunkan sejumlah pemain pelapis sejak menit awal. Namun keputusan itu justru menjadi bumerang bagi Exeter. Alih-alih memberi celah, City tetap tampil agresif, rapi, dan tak memberi ruang bernapas bagi tim tamu sepanjang laga.

Baca Juga: Villa Datang, Spurs Tumbang! Aston Villa Singkirkan Tottenham dari Piala FA dengan Skor 2-1

Rotasi Pemain Tak Mengendurkan Daya Hancur City

Manchester City langsung mengambil alih kendali pertandingan sejak peluit pertama. Aliran bola cepat, pressing tinggi, dan pergerakan tanpa bola membuat Exeter lebih banyak bertahan.

Meski tidak seluruh pemain inti diturunkan, struktur permainan City tetap berjalan nyaris sempurna.

Antoine Semenyo menjadi salah satu sosok paling menonjol. Winger ini tampil eksplosif dengan kontribusi gol dan assist yang membuat lini belakang Exeter kewalahan.

Kecepatan dan keberaniannya menusuk kotak penalti menjadi sumber malapetaka bagi tim tamu.

Sementara itu, kehadiran Erling Haaland tetap memberi efek psikologis besar. Meski tak mencetak banyak gol, pergerakan dan duel udaranya membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk masuk dan menyelesaikan peluang.

Babak Pertama Jadi Fondasi Kemenangan Telak

City membuka keunggulan lewat Alleyne yang memanfaatkan situasi bola mati. Sundulan Haaland menciptakan kemelut, sebelum Alleyne menyambar bola liar dengan sepakan keras dan akurat. Gol ini menjadi awal runtuhnya pertahanan Exeter.

Tak lama berselang, Rodri menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan rebound hasil tusukan Semenyo ke kotak penalti. Sepakan kerasnya meluncur tanpa bisa dihalau, menegaskan dominasi penuh tuan rumah.

Tekanan tanpa henti membuat Exeter kian terpuruk. Dua gol tambahan justru lahir dari kesalahan fatal tim tamu.

Doyle-Hayes dan Fitzwater sama-sama mencetak gol bunuh diri saat gagal mengantisipasi bola silang dan situasi bola mati City. Skor 4-0 menutup babak pertama, mencerminkan perbedaan kelas yang terlalu jauh.

Semenyo dan Haaland Pimpin Teror Biru Langit

Memasuki babak kedua, Manchester City sama sekali tak mengendurkan tempo. Rico Lewis mencetak gol kelima hanya beberapa menit setelah restart, memanfaatkan umpan silang matang dari Semenyo di dalam kotak penalti.

Semenyo kemudian mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan terobosan dari Cherki, ia dengan tenang melewati penjaga gawang Exeter dan menceploskan bola tanpa kesulitan berarti. Gol ini menegaskan performa impresifnya sepanjang laga.

Serangan City datang bertubi-tubi dari berbagai arah. Reijnders menambah penderitaan Exeter lewat sepakan melengkung indah hasil umpan tarik Jérémy Doku dari sisi kiri.

Tak lama kemudian, O’Reilly mencetak gol kedelapan lewat sundulan yang sempat membentur tiang sebelum masuk ke gawang, disambut sorak sorai panjang pendukung tuan rumah.

Dominasi Total, Exeter Tak Berkutik

Manchester City benar-benar bermain tanpa belas kasihan. McAidoo mencetak gol kesembilan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, memperlihatkan bahwa ancaman City datang dari semua lini.

Exeter City akhirnya mendapatkan satu momen hiburan di menit ke-90. Birch memanfaatkan serangan balik cepat dan berhasil menaklukkan kiper Trafford. Gol tersebut menjadi satu-satunya noda kecil di malam sempurna City.

Namun City belum selesai. Di masa injury time, Rico Lewis kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya menutup pesta gol menjadi 10-1, sekaligus mengunci kemenangan terbesar City musim ini di Piala FA.

City Kirim Pesan Keras di Piala FA

Kemenangan telak ini mengantar Manchester City melaju dengan penuh percaya diri ke putaran berikutnya Piala FA.

Lebih dari sekadar hasil, performa ini menjadi pesan jelas bagi para pesaing: City tetap berbahaya, bahkan ketika tidak tampil dengan komposisi terbaik.

Kedalaman skuad, fleksibilitas taktik, dan mental juara yang tertanam kuat membuat Manchester City terlihat siap melangkah jauh. Bagi Pep Guardiola, laga ini adalah bukti bahwa setiap pemain dalam skuadnya mampu menjalankan filosofi permainan dengan presisi tinggi.

Etihad Stadium menjadi saksi bahwa Piala FA masih menjadi panggung serius bagi City. Jika performa seperti ini terus berlanjut, jalan menuju trofi tampak semakin terbuka lebar.

Editor : Mahendra Aditya
#hasil piala fa #manchester city #Manchester City vs Exeter City FA Cup 2026 #piala fa #Manchester City vs Exeter City FA Cup #pep guardiola