Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gol Solo Van de Ven Bikin Gempar! Tottenham Habisi Copenhagen Meski Main 10 Pemain

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 5 November 2025 | 23:54 WIB
Micky van de Ven saat merayakan golnya ke gawang Copenhagen di Liga Champions
Micky van de Ven saat merayakan golnya ke gawang Copenhagen di Liga Champions

 

RADAR KUDUS - Tottenham Hotspur menampilkan performa luar biasa di laga fase liga UEFA Champions League, Selasa (4/11/2025).

Bertanding di Tottenham Hotspur Stadium, The Lilywhites menggulung FC Copenhagen dengan skor telak 4-0.

Lebih mencengangkan lagi, kemenangan besar itu diraih meski Spurs harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-57.

Gol-gol Tottenham dicetak oleh Brennan Johnson, Wilson Odobert, Micky van de Ven, dan João Palhinha. Namun, bintang utama malam itu tak diragukan lagi adalah Van de Ven.

Bek tengah asal Belanda itu mencetak gol tunggal menakjubkan setelah menggiring bola dari area pertahanan sendiri, menembus lima pemain lawan, lalu menuntaskannya dengan penyelesaian klinis.

Baca Juga: Rating Pemain Tottenham vs Copenhagen di Liga Champions: Van de Ven Tertinggi dan Jadi Player of the Match

Gol Ajaib Van de Ven: Dari Bek Jadi Striker Dadakan

Aksi Micky van de Ven di menit ke-64 disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik musim ini. Ia memulai aksinya dari sisi pertahanan sendiri, melewati setengah lapangan tanpa bisa dihentikan, dan menutup dengan sepakan keras yang membuat kiper Copenhagen tak berkutik.

Publik London langsung bergemuruh. Gol tersebut seolah menjadi penebus rasa frustrasi fans setelah Tottenham dikritik habis-habisan usai kalah 0-1 dari Chelsea akhir pekan lalu.

“Gol itu seperti lahir dari video game,” ujar salah satu komentator BBC Sport. “Bek tengah yang melakukan solo run sejauh itu dan mencetak gol sekelas penyerang top? Luar biasa.”

Johnson Kartu Merah, Tapi Tottenham Tak Gentar

Tottenham sejatinya sempat menghadapi ujian berat setelah Brennan Johnson diusir wasit pada menit ke-57 karena tekel keras terhadap Marcos Lopez. Namun, alih-alih kehilangan arah, Spurs justru tampil makin trengginas.

Pelatih Thomas Frank bereaksi cepat dengan menarik Xavi Simons dan memasukkan João Palhinha untuk memperkuat lini tengah. Keputusan itu terbukti jitu.

Tak hanya solid di belakang, Tottenham juga tetap berbahaya lewat serangan balik cepat. Palhinha bahkan turut mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang dari Cristian Romero.

Reaksi Fans: Dari Cemooh ke Standing Ovation

Empat hari sebelumnya, para pendukung Spurs mencemooh timnya saat dikalahkan Chelsea di kandang sendiri. Tapi kali ini, suasananya berbalik 180 derajat. Para suporter berdiri memberi tepuk tangan panjang saat peluit akhir berbunyi.

Micky van de Ven yang sempat menjadi sorotan negatif di media Inggris karena dianggap menolak bersalaman dengan sang pelatih, justru menjadi pahlawan utama di laga ini. Ia tampil bak gladiator — lugas, cepat, dan tajam.

Richarlison sempat punya peluang memperbesar kemenangan lewat penalti di menit tambahan, namun sepakannya hanya membentur mistar. Meski begitu, skor 4-0 sudah cukup membuat Tottenham kembali disegani di kancah Eropa.

Spurs Mantap di Jalur 16 Besar

Kemenangan ini membuat Tottenham mengantongi delapan poin dari empat pertandingan, hasil dari dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Dengan performa yang konsisten, mereka kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara fase liga dan berpeluang besar langsung melaju ke babak 16 besar tanpa melalui babak play-off.

Selanjutnya, Tottenham akan menghadapi tantangan berat melawan juara bertahan Paris Saint-Germain pada 26 November mendatang.

Laga itu diyakini menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Frank — apakah mereka mampu mempertahankan performa spektakuler ini atau kembali terperosok seperti melawan Chelsea.

Baca Juga: Tottenham Meledak di Liga Champions! Van de Ven Curi Sorotan dengan Gol Ajaib, Spurs Gilas Copenhagen 4-0!

Analisis: Empat Hari yang Mengubah Segalanya

Empat hari bisa jadi waktu yang pendek dalam sepak bola, tapi cukup untuk membalikkan segalanya di Tottenham.

Dari hujan kritik ke pesta kemenangan. Dari tim yang kehilangan arah, menjadi skuad yang tampil penuh percaya diri.

Thomas Frank, yang sempat diguncang isu pemecatan, kini mendapat napas baru. Eks pelatih Brentford itu membuktikan bahwa sistemnya mulai bekerja. Kombinasi pemain muda seperti Odobert dan Simons dengan para senior seperti Romero dan Palhinha menunjukkan keseimbangan yang matang.

Satu hal yang paling menonjol: mentalitas juara. Bermain dengan 10 pemain, Tottenham justru memperlihatkan sisi terbaik mereka — disiplin, fokus, dan penuh determinasi.

Copenhagen: Tampil Gigih, Tapi Tak Berdaya

Di sisi lain, Copenhagen datang dengan semangat tinggi, tapi tak mampu membendung gempuran tuan rumah. Mereka sempat berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, namun justru lengah saat Spurs berbalik menekan.

Kiper Dominik Kotarski harus bekerja keras sepanjang pertandingan, namun tetap kebobolan empat gol.

Meski demikian, para suporter Copenhagen yang hadir di stadion tetap mendapat pujian atas dukungan luar biasa mereka yang tak berhenti bernyanyi bahkan saat timnya tertinggal jauh.

Laga Tottenham vs Copenhagen bukan sekadar kemenangan besar — ini adalah titik balik. Dari tekanan menjadi kejayaan. Dari kritik berubah jadi pujian.

Van de Ven mungkin mencetak gol spektakuler, tapi sejatinya seluruh tim Spurs berperan dalam menciptakan malam magis yang akan dikenang lama di London Utara.

Tottenham kini kembali di jalur yang benar di Liga Champions. Jika performa seperti ini bisa dipertahankan, bukan tak mungkin mimpi untuk kembali berjaya di Eropa semakin dekat di depan mata.

Editor : Mahendra Aditya
#liga champions #Van de Ven #Liga Champions 2025 #Tottenham vs Copenhagen