KUDUS - Dua pegulat asal Jawa Timur menuntaskan misinya merebut emas pada pertandingan PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena Kaliputu Senin (13/10). Keduanya adalah Hasan Sidik dan Noverico Ramadhani tampil memukau di partai puncak.
Noverico Ramadhani tampil agresif di nomor 67 kg greco roman dengan mengalahkan wakil dari Jawa Tengah. Begitu juga Hasan Sidik bertanding di nomor 60 kg mampu mengandaskan perlawanan dari DKI Jakarta di partai pamungkas tersebut.
Cerita unik dan perjuangan dalam meraih medali emas disampaikan oleh Pegulat Hasan Sidik. Di ajang PON bela diri ini ia mengaku persiapannya sangat mepet. Dia sebetulnya sudah pensiun menjadi pegulat.
Baca Juga: Hadirnya PON Bela Diri di Kudus, Bupati Sam'ani: Dorong Perputaran Ekonomi, Angkat Potensi
”Sebenarnya saya sudah pensiun, tapi saya dipanggil dan ditawari oleh KONI Jatim. Tidak pikir panjang saya berangkat saja,” kata pria berusia 36 tahun itu.
Bahkan dia sebenarnya tidak mendapatkan izin untuk bertanding ke Kudus dari instansinya. Namun adanya kelonggaran, ia akhirnya diberikan izin berangkat. Akan tetapi ia hanya diizinkan bertanding satu hari saja.
”Setelah ini saya langsung pulang ke Malang dan bekerja, alhamdulilah bisa membawa pulang medali emas,” katanya.
Hasan mengaku mengikuti PON bela diri di Kudus ini persiapannya begitu mendadak. Dia menerima informasi PON di Kudus sekitar satu bulan sebelumnya.
Sementara itu rekannya, Rama mengaku, pertandingan puncak berlangsung sengit. Pegulat dari Jawa Tengah Fauzal Juan memberikan perlawanan dan sempat membuat Rama kewalahan.
Skor mereka berdua saling kejar-kejaran. Akhirnya Rama berhasil unggul dengan skor 16-6 atas lawannya Fauzal.
Baca Juga: Jateng Rebut Emas Nomor Judo Ju No Kata pada PON Bela Diri Kudus 2025
”Kunci kemenangan ini adalah bermain dengan fokus di atas arena,” imbunya.
Cabang olahraga (cabor) gulat dan tarung derajat resmi memulai pertandingan pada PON Bela Diri 2025 yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Senin (13/10).
Sementara, cabor judo dan taekwondo melanjutkan sejumlah laga di berbagai kelas, setelah lebih dulu membuka rangkaian pertandingan pada hari pembuka pada Minggu (12/10).
Cabor judo menuntaskan enam nomor pertandingan pada hari pertama PON Bela Diri Kudus 2025 dengan dominasi kuat dari kontingen DKI Jakarta yang meraih tiga medali emas.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat (Jabar) dengan dua emas, sementara Jateng menambah satu emas.
Pada cabang taekwondo, Jabar tampil solid dengan torehan delapan medali emas dan dua perunggu, disusul DKI Jakarta yang mengoleksi dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Lalu di cabor gulat, sebanyak 202 atlet yang berasal dari 29 provinsi memperebutkan medali di kategori greco-roman dan gaya bebas putra dan putri.
Pada penampilan perdananya di PON Bela Diri Kudus 2025, cabor gulat mulai mempertandingkan gaya greco-roman (GR) atau gaya Yunani-Romawi, yang merupakan adaptasi dari gulat kuno.
Dalam gaya ini, hanya tubuh bagian atas yang dapat digunakan untuk melakukan bantingan, sehingga kekuatan panggul hingga lengan menjadi faktor penentu utama.
Total enam kelas dipertandingkan, yaitu Senior GR -60 kg, Senior GR -67 kg, Senior GR -77 kg, Senior GR -87 kg, Senior GR -90 kg, dan Senior GR -130 kg.
Seluruhnya menggunakan sistem penyisihan, kecuali nomor Senior GR -87 kg yang menggunakan sistem round robin, salah satu format turnamen ketika setiap atlet bersaing dengan semua atlet.
Sekretaris Jenderal Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Gusti Randa menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025.
Ia menilai, cabang olahraga gulat membutuhkan lebih banyak turnamen atau kejuaraan, guna menjaga ritme kompetisi sekaligus mendorong regenerasi atlet.
Menurutnya, tidak semua cabang olahraga bela diri memiliki kesempatan rutin untuk menggelar kejurnas, sehingga PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi momentum penting bagi perkembangan gulat di Tanah Air.
"Meski baru pertama kali digelar, ajang ini sangat membantu dalam konteks pembibitan atlet. Dengan adanya PON Bela Diri Kudus 2025, atmosfer kompetisi akan semakin kuat. Dari ajang ini diharapkan akan muncul calon-calon juara yang siap berprestasi di tingkat internasional," paparnya.
Sementara, Dewan Perguruan Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) Badai Meganagara Dradjat mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025.
Ia menilai, pelayanan serta fasilitas pertandingan yang disiapkan pihak penyelenggaraan telah memenuhi standar internasional.
Di sisi lain, lanjutnya, ajang ini memiliki nilai penting bagi setiap atlet serta pengurus provinsi (pengprov), karena pelaksanaannya setara dengan kejuaraan nasional (kejurnas) yang rutin digelar setiap tahun.
Oleh karena itu, lanjut Badai, sebanyak 22 pengprov PB Kodrat berupaya hadir di Kudus untuk memanfaatkan kesempatan berlaga pada sejumlah nomor tarung putra dan putri serta nomor seni gerak yang dipertandingkan.
"Malah juga ada yang menyiasatinya, semisal beberapa daerah yang diberikan pembiayaan itu hanya sebatas untuk sembilan orang, tetapi mereka mampu memberangkatkan full team sebanyak 26 orang," ungkapnya.
"Mereka mengusahakan untuk dapat tampil pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini, terlepas kendala yang mereka hadapi, ketika harus membiayai sendiri atau menempuh jalur darat dari Sumatera hingga sampai di Kudus," Badai, mengungkapkan. (gal)
Editor : Mahendra Aditya