RADARKUDUS - Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10) dini hari nanti pukul 00.15 WIB di King Abdullah Sports City Stadium.
Laga pembuka Indonesia vs Arab Saudi round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang menentukan tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2026, di mana skuad Garuda butuh kemenangan untuk unggul di Grup B.
Timnas Indonesia, di bawah komando pelatih Patrick Kluivert, tiba di Jeddah sejak 2 Oktober 2025 untuk adaptasi cuaca panas gurun.
Persiapan intensif dilakukan dengan sesi latihan perdana pada 3 Oktober 2025, diikuti 16 pemain lokal sebelum pemain luar negeri bergabung bertahap.
Pertandingan Indonesia vs Arab Saudi round 4 ini krusial karena ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 hanya melibatkan tiga tim di Grup B: Indonesia, Arab Saudi, dan Irak, dengan format single round-robin tersentralisasi di Jeddah sebagai tuan rumah.
Hanya juara grup yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko; runner-up maju ke ronde 5 playoff interkontinental, sementara peringkat ketiga tersingkir.
Indonesia lolos ke ronde ini setelah finis keempat di ronde 3 Grup C dengan 12 poin dari 10 laga, unggul atas Bahrain berkat selisih gol.
Rekor head-to-head Indonesia vs Arab Saudi positif: imbang 1-1 di Jeddah (ronde 3 away) dan menang 2-0 di Jakarta (ronde 3 home), berkat brace Marselino Ferdinan.
Sebaliknya, catatan Indonesia vs Irak buruk, dengan delapan kekalahan dari sembilan pertemuan, termasuk kalah 1-5 dan 0-2 di ronde 2.
Jadwal bermain timnas Indonesia di ronde ini: Indonesia vs Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 pukul 00.15 WIB, diikuti Irak vs Indonesia pada 12 Oktober 2025 pukul 02.30 WIB, keduanya di King Abdullah Sports City.
Target minimal: enam poin penuh untuk juara grup, meski tantangan besar karena Arab Saudi ranking FIFA 56 dan Irak 59, sementara Indonesia di 134.
Lineup Indonesia vs Arab Saudi diprediksi formasi 4-2-3-1 oleh Kluivert untuk keseimbangan pertahanan dan serangan balik cepat.
Pemain kunci termasuk kiper Maarten Paes yang pulih cedera, duet bek Kevin Diks-Jay Idzes, gelandang Thom Haye-Joey Pelupessy, serta striker Ole Romeny sebagai ujung tombak.
Hingga 8 Oktober 2025 pagi, 29 dari 30 pemain skuad Timnas Indonesia telah tiba di Jeddah, termasuk rombongan terakhir Kevin Diks, Dean James, dan Miliano Jonathans pada 7 Oktober 2025 malam waktu setempat.
Pemain lokal seperti Marc Klok, Rizky Ridho, dan Egy Maulana Vikri tiba pertama pada 2 Oktober 2025, diikuti pemain Eropa seperti Justin Hubner, Mauro Zijlstra, dan Nathan Tjoe-A-On pada 5 Oktober 2025.
Kemudian, Maarten Paes (dari MLS), Joey Pelupessy (dari Turki), Ragnar Oratmangoen (dari Belgia), dan Ole Romeny (dari Inggris) bergabung pada 6 Oktober 2025, melengkapi 21 personel saat itu.
Sandy Walsh, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders menyusul pada 7 Oktober 2025 pagi, disambut suporter Garuda Saudi di bandara.
Namun, kiper Emil Audero dikonfirmasi absen karena cedera hamstring parah di klubnya Cremonese, yang memerlukan istirahat dua minggu, seperti diumumkan Kluivert pada 5 Oktober 2025 di Jeddah.
Audero digantikan Reza Arya Pratama dan Nadeo Argawinata, meski Paes tetap prioritas utama.
Dua pemain lain berpotensi absen di laga pertama: Calvin Verdonk (latihan terpisah karena ketidaknyamanan otot pasca-laga Lille vs PSG, tapi dipersiapkan untuk Indonesia vs Irak) dan Ole Romeny (masih recovery patah tulang kaki Juli 2025, diragukan starter).
"Kami sama sekali tidak akan membuat alasan," ujar Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dalam konferensi pers di Jeddah pada Selasa (7/10).
"Laga ini seperti final; kami harus punya spirit ganda dan jaga jarak untuk jegal Arab Saudi," disampaikan saat konferensi pers pra-pertandingan di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 7 Oktober 2025.
Dengan skuad lengkap dan semangat membara, Timnas Indonesia optimis meraih poin krusial di Indonesia vs Arab Saudi kualifikasi Piala Dunia ini.
Garuda siap terbang tinggi, membuktikan evolusi sepak bola Indonesia di panggung Asia, dan membawa mimpi Piala Dunia 2026 lebih dekat, semangat juang tak tergoyahkan, kemenangan adalah milik kita!
Editor : Mahendra Aditya