RADAR KUDUS – LOSC Lille melanjutkan catatan sempurna mereka di Liga Europa musim ini setelah menaklukkan AS Roma dengan skor tipis 1-0 pada Jumat (3/10) dini hari WIB.
Pertandingan di Stade Pierre-Mauroy tersebut sarat drama, terutama karena aksi luar biasa kiper Berke Ozer yang berhasil menggagalkan tiga eksekusi penalti lawan.
Gol cepat Hakon Haraldsson di menit keenam menjadi pembeda di papan skor, tetapi sorotan utama tertuju pada performa Ozer di bawah mistar.
Baca Juga: Mengenal Diri Sendiri Sebagai Awal Perjalanan Spiritual
Penjaga gawang berusia 24 tahun asal Turki itu tampil luar biasa, menghalau seluruh peluang Roma dari titik putih.
Dua sepakan awal memang harus diulang akibat pelanggaran teknis, namun di kesempatan ketiga, ketenangan Ozer kembali menyelamatkan Lille.
Dari sisi statistik, Roma tampil lebih dominan dengan 20 percobaan tembakan serta nilai expected goals 2,2.
Namun Lille justru menunjukkan efisiensi tinggi. Tekanan Thomas Meunier membuat Kostas Tsimikas kehilangan bola, lalu Haraldsson memanfaatkannya dengan tendangan keras yang tak mampu dibendung Rui Patricio.
Sejak unggul, Lille lebih banyak menutup pertahanan.
Serangan gencar Roma melalui Paulo Dybala dan Romelu Lukaku berulang kali mengancam, tetapi rapatnya lini belakang ditambah penampilan heroik Ozer membuat keunggulan tim tamu tetap terjaga.
Bagi Roma, kekalahan ini menjadi yang pertama di kandang pada ajang Piala UEFA/Liga Europa (selain play-off) sejak musim 1988/1989.
Baca Juga: Rahasia Besar Kehidupan: Mengapa Allah SWT Menciptakan Manusia
Dari sisi lain, perhatian publik Indonesia tertuju pada Calvin Verdonk. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu tampil sebagai starter di pos bek kiri dan bermain selama 69 menit.
Walau tidak mencetak gol maupun assist, ia tampil disiplin dengan catatan 28 umpan akurat dari 39 percobaan, empat tekel sukses, serta satu peluang tercipta.
Rating 7,3 yang ia raih menegaskan kontribusi stabilnya di lapangan.
Kemenangan ini bukan hanya soal poin penuh bagi Lille, tetapi juga tentang keberanian serta mentalitas tim asuhan Paulo Fonseca.
Aksi penyelamatan tiga penalti dalam satu laga Eropa yang dilakukan Ozer adalah peristiwa langka, sekaligus memastikan namanya tercatat dalam sejarah.
Baca Juga: Waktu Persiapan Lebih Panjang, Timnas Indonesia Optimistis Tatap Putaran Keempat
Sementara itu, penampilan Verdonk menjadi sinyal positif bagi pecinta sepak bola tanah air.
Kehadirannya di kancah Eropa membuktikan bahwa pemain dengan darah Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.
Dengan performa seperti ini, Lille jelas bukan sekadar peserta pelengkap. Mereka mulai diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam serius dalam persaingan menuju gelar Liga Europa musim ini.
Editor : Ali Mustofa