Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Toronto FC 1-1 Inter Miami: Sean Johnson Jadi Tembok Toronto FC Bikin Frustrasi Messi, Inter Miami Gagal Amankan Kemenangan Penting

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 28 September 2025 | 14:26 WIB
Lionel Messi mencetak dua gol ke gawang New England.
Lionel Messi mencetak dua gol ke gawang New England.

RADAR KUDUS - Ambisi Inter Miami untuk menguasai klasemen Wilayah Timur kembali terganjal. Bertandang ke markas Toronto FC di BMO Field, Minggu (28/9) pagi WIB, skuad besutan Gerardo "Tata" Martino harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1.

Meski sempat unggul lewat sundulan Tadeo Allende di penghujung babak pertama, gawang mereka kebobolan melalui Djordje Mihailovic pada menit ke-60.

Sejak itu, The Herons berusaha keras mencari gol tambahan, namun tembok bernama Sean Johnson di bawah mistar Toronto menjadi momok yang tak bisa mereka taklukkan.

Sean Johnson: Pahlawan di Bawah Mistar

Nama Sean Johnson layak disebut sebagai aktor utama laga ini. Kiper berusia 26 tahun itu mencatatkan lima penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Lionel Messi, Luis Suárez, dan Baltasar Rodríguez.

Pada menit-menit awal, Johnson sukses menepis sepakan melengkung Rodríguez yang mengarah ke pojok gawang. Tak lama kemudian, giliran Messi yang mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti, namun kembali dipatahkan sang kiper.

Bahkan saat Suárez melepaskan tembakan keras, Johnson masih mampu menutup ruang tembak dengan sempurna.

Namun, ia tak bisa berbuat banyak saat Jordi Alba mengirim umpan silang presisi yang disambut sundulan Allende untuk membuka skor bagi Miami.

Toronto Balikkan Momentum

Meski tertinggal, Toronto FC tak kehilangan arah. Memasuki babak kedua, mereka tampil lebih agresif. Tekanan dari sayap kanan lewat Richie Laryea menghasilkan peluang emas.

Rodríguez gagal menyapu bola dengan sempurna, memberi kesempatan bagi Laryea untuk menusuk ke area kotak penalti dan mengirim umpan tarik. Mihailovic pun tanpa kesulitan mengkonversi peluang itu menjadi gol penyeimbang.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Toronto mendapatkan energi tambahan dari dukungan suporter, sementara Inter Miami mulai kehilangan ketajaman dalam penyelesaian akhir.

Messi dan Suárez Terjebak Frustrasi

Lionel Messi yang diharapkan menjadi pembeda justru mengalami malam sulit. Dua peluang emasnya lagi-lagi dimentahkan oleh Johnson. Rekannya, Luis Suárez, juga menemui jalan buntu. Toronto FC benar-benar disiplin menjaga rapat lini belakang sekaligus memaksimalkan peran kiper utama mereka.

Meski Miami mencatat expected goals (xG) sebesar 1,47 dari enam tembakan tepat sasaran, hasil akhir tetap mengecewakan. Toronto justru mencetak sejarah sebagai tim pertama dalam sejarah MLS yang meraih tujuh hasil imbang beruntun di musim reguler.

Dampak pada Klasemen dan Ambisi Supporters’ Shield

Hasil seri ini memberikan pukulan telak bagi ambisi Inter Miami untuk merebut Supporters’ Shield, gelar yang diberikan bagi tim dengan poin tertinggi di MLS.

Dengan tambahan satu angka, posisi mereka di klasemen Wilayah Timur menjadi semakin rentan.

Persaingan di papan atas semakin ketat, sementara Miami justru kehilangan momentum saat musim memasuki fase krusial. Tata Martino pun harus segera mencari solusi agar lini serangnya tak lagi mandek, meski dihuni nama-nama besar seperti Messi, Suárez, dan Alba.

Toronto FC, Spesialis Hasil Imbang

Jika ada tim yang bisa dijuluki "raja seri" musim ini, Toronto FC pantas menyandang gelar tersebut.

Dengan catatan tujuh kali imbang berturut-turut, mereka melampaui rekor Chicago Fire (2014), Colorado Rapids (2011), dan San Jose Earthquakes (2004-2005) yang sebelumnya menorehkan enam kali imbang beruntun.

Walau demikian, bagi Toronto, catatan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, mereka sulit dikalahkan, tetapi di sisi lain, kegagalan meraih kemenangan membuat mereka tertahan di papan tengah klasemen.

Reaksi Pemain dan Pelatih

Pelatih Toronto FC menyanjung performa Sean Johnson sebagai titik kunci hasil imbang ini. “Tanpa penyelamatan-penyelamatannya, kami mungkin sudah kebobolan lebih dari dua gol. Malam ini dia benar-benar membuktikan kualitasnya,” ujarnya.

Di kubu lawan, Lionel Messi terlihat frustrasi usai peluit akhir berbunyi. Sang bintang Argentina hanya bisa mengangkat tangan menyapa fans Miami sebelum berjalan ke ruang ganti.

Sementara itu, Tata Martino enggan banyak berkomentar, hanya menyebut timnya “kehilangan ketajaman” dan perlu segera bangkit.

Toronto FC berhasil menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pengganggu di MLS. Dengan pertahanan disiplin dan kiper yang sedang on fire, mereka mampu meruntuhkan ego tim bertabur bintang seperti Inter Miami.

Bagi Messi dkk, hasil ini adalah pengingat keras bahwa kualitas individu saja tidak cukup untuk meraih gelar. Butuh konsistensi, kolektivitas, dan mental baja agar bisa bersaing memperebutkan Supporters’ Shield.

Dan malam itu, di BMO Field, Sean Johnson membuktikan bahwa satu orang bisa membuat perbedaan besar dalam sepak bola.

Editor : Mahendra Aditya
#mls #Lionel Messi #toronto fc #Toronto FC vs Inter Miami #lionel messi inter miami #inter miami #Hasil MLS terbaru