JEPARA – Persijap Jepara resmi menunjuk Mario Licinio Guerreiro Lemos sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Kehadiran pelatih asal Portugal ini menandai era baru Laskar Kalinyamat yang kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tanpa membuang waktu, Mario langsung memimpin sesi latihan perdananya di Lapangan Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Rabu (11/6) sore.
Baca Juga: Persis Solo Intai Bomber Ganas dari Borneo FC: Matheus Pato, Siap Datangkan Eks Top Skor Liga 1?
Suasana latihan berlangsung penuh semangat, seiring dimulainya proses pembentukan skuad yang kompetitif.
“Saya sangat senang dan antusias bisa bergabung dengan klub ini. Kami ingin membangun tim yang bukan hanya kuat secara teknik, tapi juga punya semangat juang yang mencerminkan karakter masyarakat Jepara,” ujar Mario usai sesi latihan.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelatih dan pemain yang sebelumnya telah membawa Persijap promosi ke Liga 1.
“Tanpa kontribusi mereka, kami tidak akan ada di sini. Terima kasih untuk semua perjuangan mereka,” tambahnya.
Pengalaman Asia dan Lisensi UEFA Pro
Mario Lemos bukan sosok asing di kancah sepak bola Asia. Ia pernah menjadi asisten pelatih di klub Liga Super India, Mumbai City FC, serta mengarsiteki tim asal Bangladesh, Abahani Limited Dhaka.
Bersama klub Dhaka itu, ia sukses mengantar tim tampil stabil di liga domestik dan kompetisi AFC Cup.
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini juga sempat dipercaya memimpin tim nasional Bangladesh sebagai pelatih interim dalam Four Nations Football Tournament 2021 di Sri Lanka.
Saat itu, ia mencetak sejarah kecil dengan mengalahkan Maladewa meski akhirnya harus tersingkir setelah kalah dari tuan rumah Sri Lanka. Namun performa tim asuhannya tetap mendapat pujian luas.
Mario dikenal sebagai pelatih yang taktis, penuh terobosan, dan punya pendekatan yang adaptif terhadap kondisi tim. Karakter tersebut diharapkan bisa membawa angin segar bagi Persijap.
Target Realistis: Menjauhi Degradasi, Menapak Papan Tengah
Direktur Utama Persijap Jepara, Muhammad Iqbal Hidayat, menegaskan bahwa kembalinya Persijap ke Liga 1 bukan sekadar untuk “numpang lewat”.
“Target kami jelas: menjauhi zona degradasi dan mulai membangun fondasi yang kuat untuk bersaing di papan tengah. Ini adalah langkah awal dari proses jangka panjang,” tegasnya.
Manajemen klub berencana mempertahankan sekitar 60 persen pemain inti yang berperan dalam promosi musim lalu.
Baca Juga: Bursa Pelatih Liga 1: Ong Kim Swee Hapus Nama Persis di IG, Sinyal Kuat Gabung Persik Kediri?
Selebihnya, tim akan diperkuat dengan tambahan pemain baru, termasuk sejumlah pemain asing yang siap menjawab tantangan musim mendatang.
Manajer tim, Egat Sacawijaya, menambahkan bahwa kombinasi pemain muda potensial dan sistem permainan yang dirumuskan bersama pelatih baru akan menjadi karakter khas Persijap musim ini.
“Kami tidak hanya ingin bermain. Kami ingin menunjukkan bahwa Jepara bisa kembali bersinar di panggung nasional,” katanya.
Semangat Baru Laskar Kalinyamat
Kehadiran Mario Lemos menjadi simbol kebangkitan Persijap Jepara. Klub yang sempat meredup kini kembali menatap kompetisi dengan semangat baru.
Liga 1 bukan hanya soal gengsi, tapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa kerja keras, kesetiaan, dan kekuatan komunitas bisa membawa perubahan besar.
Langkah telah dimulai. Latihan perdana bukan sekadar rutinitas, tapi titik awal untuk membangun kekompakan, disiplin, dan mimpi bersama.
Mimpi bahwa Jepara, dengan segala warisannya di sepak bola nasional, masih punya tempat di peta persaingan tertinggi negeri ini. (Fikri Thoharudin)
Editor : Mahendra Aditya