Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

LIGA INGGRIS Manchester VS Liverpool: Kalah 0-2, Performa Buruk Sepanjang Musim 2024/2025, Apa yang Salah dengan Manchester City?

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 24 Februari 2025 | 16:08 WIB

Manchester City kembali menelan pil pahit setelah tumbang 0-2 di kandang sendiri saat menjamu Liverpool dalam lanjutan Premier League
Manchester City kembali menelan pil pahit setelah tumbang 0-2 di kandang sendiri saat menjamu Liverpool dalam lanjutan Premier League

RADAR KUDUS - Manchester City kembali menelan pil pahit setelah tumbang 0-2 di kandang sendiri saat menjamu Liverpool dalam lanjutan Premier League, Minggu (23/2/2025).

Kekalahan ini semakin memperlebar jurang antara The Citizens dan puncak klasemen, yang kini dikuasai Liverpool dengan keunggulan 20 poin.

Liverpool Semakin Nyaman di Puncak

Bermain di Etihad Stadium, The Reds tampil superior sejak menit awal. Mohamed Salah membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui skema bola mati yang cerdik.

Bermula dari sepak pojok Alexis Mac Allister, bola diarahkan ke Dominik Szoboszlai di tiang dekat. Gelandang asal Hungaria itu kemudian mengirim umpan tarik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Salah.

Gol kedua Liverpool datang pada menit ke-37. Kali ini giliran Szoboszlai yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Salah.

Dengan tembakan mendatar kaki kiri, ia sukses memperdaya Ederson dan memastikan Liverpool unggul 2-0 sebelum turun minum.

City mencoba bangkit di babak kedua, tetapi serangan mereka kerap mentok di lini pertahanan Liverpool yang dikomandoi oleh Virgil van Dijk.

Bahkan, Liverpool hampir menambah keunggulan di menit ke-57, namun gol Curtis Jones dianulir karena offside.

Hasil ini membuat Liverpool semakin kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin dari 27 laga, unggul 11 poin dari Arsenal yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Manchester City tertahan di peringkat keempat dengan 44 poin, membuat peluang mereka untuk mempertahankan gelar semakin menipis.

Apa yang Salah dengan Manchester City?

Kekalahan dari Liverpool ini bukan insiden tunggal. Performa Manchester City musim ini memang jauh dari kata memuaskan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan drastis performa tim asuhan Pep Guardiola.

  1. Cedera Pemain Kunci
    Man City harus kehilangan beberapa pilar utama sepanjang musim ini, termasuk Rodri, Manuel Akanji, Oscar Bobb, dan Erling Haaland. Cedera panjang Rodri menjadi pukulan besar bagi lini tengah City, mengingat perannya sebagai penyeimbang permainan sangat vital.

  2. Kevin De Bruyne Tak Lagi Sama?
    De Bruyne, yang selama ini menjadi otak serangan City, tampak mengalami penurunan performa drastis. Musim ini, ia baru tampil dalam 26 pertandingan dengan rata-rata hanya 54,6 menit per laga. Cedera kambuhan membuatnya sulit tampil konsisten, dan mulai muncul spekulasi bahwa sang playmaker mungkin sudah memasuki fase penurunan dalam kariernya.

  3. Kehilangan Ketenangan dan Kepercayaan Diri
    Bernardo Silva mengungkapkan bahwa timnya mengalami krisis kepercayaan diri. Cara bermain City musim ini tidak lagi setenang dan seefektif musim-musim sebelumnya. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, mereka dikenal sebagai tim yang mendominasi dengan penguasaan bola yang luar biasa.

  4. Taktik Guardiola yang Kian Mudah Dibaca?
    Guardiola dikenal sebagai pelatih jenius yang kerap melakukan perubahan taktik inovatif. Namun, musim ini skema permainannya terlihat lebih mudah dipatahkan oleh lawan. Liverpool, misalnya, berhasil memanfaatkan celah di lini tengah City yang kurang solid tanpa Rodri.

Baca Juga: HASIL LIGA INGGRIS: Liverpool Makin Tak Terbendung! Man City Tersungkur di Etihad, The Reds Kian Nyaman di Puncak

Guardiola di Ujung Tanduk?

Situasi sulit ini tentu memunculkan pertanyaan besar: apakah Guardiola masih bisa membawa City bangkit?

Dengan tertinggal 20 poin dari puncak klasemen dan tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid, musim ini berpotensi menjadi yang terburuk bagi Guardiola sejak menangani City pada 2016.

Dengan kontraknya yang masih berjalan, manajemen City kemungkinan masih memberikan waktu bagi Guardiola untuk membuktikan dirinya.

Namun, tekanan dari fans dan media terus meningkat. Jika City gagal finis di zona Liga Champions, bukan tidak mungkin era Guardiola di Manchester akan segera berakhir.

Liverpool Semakin Dekat dengan Gelar?

Di sisi lain, kemenangan ini membuat Liverpool semakin dekat dengan trofi Premier League.

Arne Slot, yang baru menangani tim musim ini, berhasil membawa The Reds tampil solid dan konsisten.

Jika mereka mampu mempertahankan performa ini, bukan mustahil Liverpool akan kembali mengangkat trofi liga yang terakhir mereka menangkan pada 2019-20.

Dengan 11 laga tersisa, Liverpool hanya perlu menjaga momentum agar tidak terpeleset di sisa musim.

Namun, persaingan masih jauh dari kata selesai, terutama dengan Arsenal yang masih berusaha mengejar di posisi kedua.

Kesimpulan

Manchester City berada dalam krisis yang nyata. Cedera pemain, penurunan performa individu, hingga taktik yang kurang efektif membuat mereka terlempar dari persaingan juara.

Sementara itu, Liverpool semakin menunjukkan superioritasnya dan tampak siap untuk kembali menjadi yang terbaik di Inggris.

Guardiola harus segera menemukan solusi jika tak ingin musim ini berakhir dengan penuh kekecewaan.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#manchester city #manchester city vs liverpool #Szoboszlai #mo salah #liga inggris #klasemen liga Inggris #Liverpool FC #Klasemen Liga Inggris 2025 #top skor liga inggris