Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pekerjaan Rumah Persiku Kudus Arungi Liga 2: Mulai Lobi Super Soccer Arena hingga Opsi Lain Jadi Tim Musafir

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 10 Juni 2024 | 01:59 WIB
BECEK: Lapangan Stadion Wergu Wetan tampak becek jika hujan.
BECEK: Lapangan Stadion Wergu Wetan tampak becek jika hujan.

KUDUS - Persiku Kudus resmi mengarungi Liga 2 pada musim 2024/2025. Naik kasta, ternyata banyak pekerjaan rumah yang ditanggung.

Mulai dari pendanaan yang tak lagi ditanggung APBD hingga fasilitas stadion harus memenuhi standar PT LIB.

Rumput di beberapa sisi Stadion Wergu Wetan tampak gundul. Jika penonton melihat dari tribu, tanah terlihat jelas.

Belum lagi penerangan, ruang ganti, toilet, dan tempat duduk di tribun.

Belum lagi pintu masuk dan keluar penonton. Artinya hampir seluruh bagian stadion itu harus diperbaiki.

Stadion Wergu Wetan terakhir direnovasi Pemkab Kudus pada 2020. Saat itu Pemkab Kudus mengucurkan anggaran Rp 9,29 miliar untuk renovasi tribun stadion. 

Namun renovasi stadion itu belum menyentuh pada perbaikan rumput lapangan.

Kondisi lapangan memprihatinkan. Untuk kontrol bola susah. Mau kontrol sudah dipres lawan.

Pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan memverifikasi stadion-stadion tim yang berada di Liga 2 ini.

Apabila stadion tersebut memenuhi kriteria, tim akan lebih tenang. Mereka bisa bermain di kandang.

Apabila stadion tak lolos verifikasi maka terpaksa tim akan menjadi musafir. Atau mencari home base yang sesuai standar.

Dengan kondisi itu, Manajer Persiku, M. Ilham Akbar belum bisa bernapas lega usai menghantarkan Persiku promosi ke Liga 2.

Prestasi ini tentunya masyarakat ingin menyaksikan Macan Muria, julukan Persiku berlaga di kandang pada musim depan.

Ilham menyebut tengah mengusahakan hal itu, agar Persiku tetap bisa bermarkas di Kudus.

Alternatifnya, manajemen berkomunikasi dengan PT Djarum. Rencananya Stadion Super Soccer Arena (SSA) akan dijadikan markas Persiku sementara.

Stadion tersebut tentunya sudah kualitas lapangannya berstandar internasional atau FIFA.

Apabila stadion tersebut sebagai markas Persiku dipastikan lolos verifikasi.

”Dari dewan penasehat kami bapak Nusron Wahid, komunikasi dengan pihak Djarum dan masih menunggu balasan,” katanya.

Melihat kapasitas SSA sendiri tribun penonton berkapasitas 1.100. Animo masyarakat tentunya ingin sekali mendukung tim kebanggaan berlaga.

Sementara melihat animo itu apabila di setiap laga tidak diperkenankan ada penonton, Ilham memiliki opsi lain. Keputusan terburuknya Persiku akan bermain di luar Kudus.

”Opsinya menjadi tim musafir dan alternatif stadionnya di Kendal dan Magelang,” katanya.

Sementara itu, Pj. Bupati Kudus, M Hasan Chabibie mengatakan, telah mendiskusikan pembangunan Stadion Wergu Wetan.

Pihaknya akan meninjau asesmen pada markas Macan Muria.

”Karena perbaikan rumput kondisinya cukup lama, apakah memungkinkan atau tidak? Nanti kami akan diskusi lebih teknis lagi,” katanya.

Hasan menambahkan, kondisi Stadion Wergu Wetan masih tertinggal fasilitasnya untuk menggelar pertandingan Liga 2.

Pihaknya akan mengoptimalkan perbaikan di Stadion Wergu Wetan di sisa sebelum  kick off Liga 2. (gal/zen)

Editor : Ali Mustofa
#tim musafir #Stadion Wergu Wetan #pt djarum #penonton #persiku #Kudus #Liga 2