Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

3 Alasan Nanik S Deyang Dipilih Jadi Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:18 WIB
Profil Nanik S Deyang
Profil Nanik S Deyang

RADAR KUDUS - Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu keputusan penting yang diambil Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026. Setelah mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai penggantinya.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah evaluasi besar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah membutuhkan figur yang memahami persoalan di lapangan, memiliki kemampuan pengawasan yang kuat, serta mampu memperbaiki tata kelola lembaga secara cepat.

Nanik dinilai memenuhi sejumlah kriteria tersebut. Sebelum menjabat Kepala BGN, ia merupakan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi yang terlibat langsung dalam pengawasan program MBG di seluruh Indonesia.

Berikut tiga alasan utama yang diduga menjadi pertimbangan kuat Presiden Prabowo memilih Nanik S Deyang memimpin BGN.

1. Paling Memahami Persoalan Internal Program MBG

Dibandingkan figur lain dari luar lembaga, Nanik merupakan orang yang sudah berada di dalam sistem BGN. Selama menjabat Wakil Kepala BGN, ia mengawasi langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan pemerintah.

Nanik terlibat dalam koordinasi nasional, evaluasi lapangan, hingga pengawasan terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Posisi tersebut membuatnya memahami secara detail berbagai persoalan yang muncul, mulai dari kualitas makanan, manajemen dapur, distribusi, hingga standar keamanan pangan.

Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena pemerintah tidak perlu memberikan masa adaptasi yang panjang kepada pemimpin baru. Nanik sudah mengetahui titik lemah sekaligus kebutuhan perbaikan yang harus segera dilakukan.

2. Dikenal Tegas dan Aktif Melakukan Sidak

Nama Nanik cukup dikenal di lingkungan BGN karena sering turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke dapur-dapur MBG.

Dalam berbagai kunjungannya, ia tidak segan menemukan dan mengungkap pelanggaran yang terjadi di sejumlah SPPG. Beberapa temuan yang pernah disorot meliputi masalah higienitas dapur, sanitasi yang kurang memadai, tata letak fasilitas yang tidak sesuai standar, hingga persoalan kelayakan tempat tinggal petugas.

Ketegasan tersebut tidak berhenti pada temuan semata. Nanik juga mengambil langkah konkret dengan menangguhkan operasional SPPG yang tidak memenuhi standar operasional prosedur.

Data terbaru menunjukkan ribuan SPPG pernah dikenai penghentian sementara untuk menjalani proses perbaikan. Langkah itu menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada kualitas dan kepatuhan terhadap aturan.

Di tengah meningkatnya sorotan terhadap kualitas Program MBG, karakter tegas seperti ini menjadi salah satu faktor yang sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan publik.

3. Memiliki Kemampuan Komunikasi dan Investigasi yang Kuat

Sebelum masuk ke dunia pemerintahan, Nanik menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai jurnalis dan pimpinan media. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan komunikasi publik yang baik sekaligus kepekaan dalam melakukan investigasi.

Keahlian tersebut menjadi penting mengingat BGN saat ini menghadapi tantangan besar, bukan hanya dari sisi operasional program, tetapi juga dari aspek transparansi dan akuntabilitas.

Pemerintah membutuhkan sosok yang mampu menjelaskan kebijakan kepada masyarakat, merespons kritik secara terbuka, sekaligus memastikan setiap persoalan dapat ditelusuri dan diselesaikan secara objektif.

Kemampuan komunikasi yang dimiliki Nanik dinilai menjadi modal strategis untuk memperbaiki citra lembaga sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para mitra pelaksana program.

Tantangan Besar Menanti

Meski telah dipercaya memimpin BGN, tugas yang menanti Nanik tidak ringan. Ia harus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar kualitas, meningkatkan pengawasan terhadap ribuan dapur MBG, serta memperkuat sistem akuntabilitas lembaga.

Penunjukan Nanik juga berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola BGN. Karena itu, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan melakukan pembenahan secara cepat dan menyeluruh.

Dengan pengalaman sebagai jurnalis, birokrat, pengawas program, dan pelaksana investigasi internal, Nanik S Deyang kini berada di garis depan untuk membuktikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih transparan, profesional, dan tepat sasaran.

Editor : Mahendra Aditya
#Nanik S Deyang #Kepala BGN baru #pengganti Dadan Hindayana #alasan Prabowo pilih Nanik #program Makan Bergizi Gratis