RADAR KUDUS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan pernyataan tegas terkait komitmen fundamental pemerintahannya dalam menjaga ketahanan hidup masyarakat.
Di hadapan ribuan warga dan pengurus koperasi, Presiden menegaskan bahwa dirinya secara pribadi dan sebagai kepala negara siap memikul tanggung jawab penuh jika masih ada rakyat Indonesia yang mengalami kelaparan.
Pernyataan monumental ini disampaikan Presiden saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Lokasi ini dipilih sebagai simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada desa sebagai garda terdepan kedaulatan pangan.
Sebagai mandataris rakyat, Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat bukan sekadar target statistik, melainkan kewajiban moral yang melekat pada jabatan presiden.
Beliau menyatakan bahwa sebuah negara tidak bisa dikatakan berdaulat jika rakyatnya masih berjuang melawan kekurangan pangan.
"Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab," tegas Prabowo dalam pidatonya yang disambut gemuruh tepuk tangan.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan, dari tingkat pusat hingga desa, untuk tidak membiarkan satu pun warga negara hidup dalam kondisi rawan pangan.
Presiden Prabowo menilai bahwa ketergantungan pada impor pangan adalah kerentanan nasional yang harus segera diakhiri.
Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan nasional menjadi pilar utama dalam agenda besar pemerintahannya.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang lebih dari cukup untuk memberi makan seluruh penduduknya secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertanian atas langkah-langkah progresif dalam mempercepat target swasembada pangan.
Melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, serta modernisasi alat pertanian, Presiden optimistis Indonesia mampu mencapai kemandirian pangan jauh lebih cepat dari jadwal yang semula diperkirakan.
Baca Juga: Perkuat Independensi Peradilan, Presiden Prabowo Resmikan Kenaikan Gaji Hakim hingga 280 PersenKehadiran 1.061 Koperasi Merah Putih di tingkat desa/kelurahan diharapkan menjadi urat nadi distribusi pangan dan sarana produksi bagi petani.
Koperasi ini dirancang untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan merugikan, sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan masyarakat mendapatkan pangan yang terjangkau.
Prabowo menutup pidatonya dengan pesan optimisme bahwa Indonesia sedang bergerak menuju era baru di mana kebutuhan pangan bagi ratusan juta rakyatnya akan terjamin secara aman dan berkelanjutan di masa depan. (*)