RADAR KUDUS - Organisasi sosial Gerakan Rakyat secara resmi menandai perubahannya menjadi Partai Gerakan Rakyat pada tanggal 18 Januari 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang dihadiri oleh ribuan perwakilan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufaka dan Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPP Gerakan Rakyat dan dikenal dekat dengan Anies Baswedan sejak pemilihan presiden 2024.
Gerakan Rakyat awalnya merupakan organisasi masyarakat yang mendukung Anies Baswedan sejak tahun 2023, secara resmi diumumkan pada Februari 2025, di mana Anies menjadi anggota kehormatan dengan nomor KTA 001 sejak Desember 2025.
Perubahan ini muncul sebagai respons terhadap keresahan masyarakat akan keadilan sosial dan kesejahteraan, dengan Rakernas yang dipimpin oleh Ridwan Kamil bertujuan untuk membentuk struktur partai hingga tingkat desa di 7.000 kecamatan serta melakukan verifikasi ke Kemenkumham pada Februari 2026.
Partai Gerakan Rakyat berkomitmen pada visi Indonesia yang adil dan makmur dengan menjunjung prinsip gotong royong, penolakan terhadap korupsi dan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, dengan dukungan terbuka terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden di masa mendatang.
Sahrin Hamid, mantan politisi PAN pernah menjabat sebagai anggota DPR Fraksi PAN periode 2004–2009 dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN menegaskan bahwa partai ini didirikan untuk membawa perubahan politik yang berbasis pada aspirasi rakyat.
Kehadiran partai ini menambah warna dalam peta politik nasional menjelang Pemilu 2029 yang berpotensi menjadi kekuatan oposisi yang signifikan dengan dukungan massa yang kuat, menargetkan pemilih muda dan kelas menengah, sehingga mendorong terjadinya kompetisi yang sehat untuk kemajuan bangsa. (Anita Fitriani)
Editor : Zainal Abidin RK