RADAR KUDUS – Tim Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali menemukan dua korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, pada Sabtu (13/12/2025).
Kedua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Tapteng, TNI, Polri, unsur pemerintah kecamatan, serta dibantu warga setempat.
Camat Tapian Nauli, Harrys P.T. Sihombing, menjelaskan bahwa tim tanggap darurat mengerahkan dua unit alat berat milik Pemerintah Kabupaten Tapteng dan Korem 023/KS untuk mempercepat proses evakuasi di area terdampak bencana.
“Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan berjenis kelamin laki-laki,” ungkap Harrys.
Ia merinci, korban pertama yang berhasil ditemukan adalah Elkana Hutagalung (64) sekitar pukul 15.11 WIB. Tidak berselang lama, tim kembali menemukan korban kedua atas nama Zepta Hutabarat (63).
“Jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah milik Basarnas, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan,” jelasnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih tetap siaga di lokasi bencana guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun material longsor, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (BPBP), tercatat 1.022 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dari jumlah tersebut, korban jiwa terbanyak berasal dari Provinsi Aceh dengan total 424 orang.
Baca Juga: Berbagi Peran, Dua Saudara Kandung di Blora Dibekuk Polisi Usai Curi Motor di Parkiran Klinik
Mengutip laman resmi BNPB, Senin (15/12/2025), bencana banjir bandang dan longsor tersebut menyebabkan 158.049 rumah mengalami kerusakan, dengan mayoritas berada dalam kategori rusak berat.
Selain itu, lebih dari 600 ribu warga masih harus mengungsi. BNPB juga mencatat sebanyak 206 orang dinyatakan hilang, sementara 7.000 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dampak bencana turut merusak berbagai fasilitas publik, meliputi 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 sarana pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung perkantoran, serta 145 jembatan.
Wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak tercatat berada di Aceh.
Berikut rincian data korban berdasarkan wilayah:
Baca Juga: Kondisi Darurat, Ulama Aceh Memohon Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera
Aceh
Korban meninggal: 424 orang
Luka-luka: 4.300 orang
Hilang: 32 orang
Sumatera Utara
Korban meninggal: 355 orang
Hilang: 84 orang
Luka-luka: 2.300 orang
Sumatera Barat
Korban meninggal: 243 orang
Luka-luka: 382 orang
Hilang: 90 orang
Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian yang dilakukan petugas bersama masyarakat.
Pemerintah saat ini terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.