Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hoarding Disorder: Kebiasaan Menimbun Barang yang Perlu Diwaspadai

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:57 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Hoarding disorder adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan kebiasaan menyimpan barang secara berlebihan.

Belakangan, isu ini semakin sering dibicarakan di media sosial. Artikel ini memaparkan gejala, penyebab, hingga cara menangani hoarding disorder.

Ciri-ciri Hoarding Disorder

Biasanya gangguan ini muncul sejak usia remaja dan berkembang semakin buruk seiring bertambahnya usia.

Mengacu pada informasi dari Mayo Clinic, kondisi tersebut terlihat dari semakin menumpuknya barang di dalam rumah.

Baca Juga: Self-Love: Mengapa Penting dan Bagaimana Cara Memulainya?

Beberapa tanda yang umum muncul antara lain:

Barang yang Umum Ditimbun

Menurut NHS, mereka yang mengalami hoarding disorder dapat menumpuk hampir apa saja, antara lain:

Sebagian orang bahkan mengadopsi terlalu banyak hewan tanpa mampu merawatnya dengan baik.

Bentuk penimbunan modern juga muncul dalam wujud penyimpanan data digital di ponsel, komputer, atau email yang enggan dihapus.

Faktor Risiko Hoarding Disorder

  1. Kepribadian
    Kesulitan mengambil keputusan, perhatian yang mudah teralihkan, atau kemampuan organisasi yang rendah berpotensi memicu perilaku menimbun.

  2. Riwayat Keluarga
    Jika ada anggota keluarga yang memiliki kebiasaan menimbun, perilaku tersebut bisa ditiru atau terbentuk pada generasi berikutnya.

  3. Pengalaman Stres Berat
    Kejadian traumatis seperti kehilangan orang terkasih, perceraian, atau musibah dapat membuat seseorang mulai menimbun benda sebagai bentuk “pertahanan emosional”.

  4. Faktor Lain
    Tinggal sendiri, belum menikah, tumbuh dalam kondisi kekurangan, atau hidup di lingkungan keluarga yang berantakan juga meningkatkan risiko.

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Hoarding disorder dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, antara lain:

Cara Mengatasi Hoarding Disorder

Baca Juga: Self-Diagnosis: Tren Gen Z yang Bisa Menjerumuskan

  1. Psikoterapi
    Terapis membantu pasien mengelola dorongan menimbun dan melatih kemampuan memilah barang. Terkadang keluarga dilibatkan.

  2. Pengobatan
    Bila hoarding berkaitan dengan gangguan lain seperti depresi atau kecemasan, dokter dapat meresepkan obat antidepresan jenis SSRI.

  3. Langkah-langkah Praktis

    • Membuat daftar isi rumah.

    • Mengelompokkan barang berdasarkan kategori: simpan, buang, daur ulang, atau donasi.

    • Menyumbangkan barang yang masih layak.

    • Menyerahkan hewan peliharaan berlebih kepada penampungan.

    • Membuang barang sedikit demi sedikit (misalnya satu per hari).

    • Membersihkan ruangan secara rutin.

    • Menggabungkan aktivitas tersebut dengan kegiatan menyenangkan.

    • Meletakkan tempat sampah di tiap ruangan.

    • Mengambil foto kondisi sebelum dan sesudah untuk melihat perkembangan.

    • Melatih pengambilan keputusan cepat terkait barang.

    • Mengatur pernapasan jika merasa cemas saat harus membuang barang.

Gangguan ini dapat dikelola jika ditangani dengan tepat. Jika merasakan gejalanya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Penyebab Hoarding #Hoarding Disorder #Cara Mengatasi Hoarding #Gangguan mental #Gejala Hoarding #Sering menimbun barang