RADAR KUDUS - Antusiasme pemuda Indonesia mengikuti program MagangHub Kemnaker seakan tak pernah surut.
Setiap gelombang dibuka, ribuan lulusan baru berbondong-bondong mendaftarkan diri, berharap bisa merasakan pengalaman kerja pertama yang layak ditulis di CV mereka.
Namun ada sisi lain yang jarang diungkap: perusahaan ternyata menghadapi berbagai kendala serius ketika rekrutmen MagangHub berlangsung.
Semakin tinggi minat pelamar, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi tim HR untuk menemukan kandidat yang benar-benar layak.
Ironisnya, di balik semangat tinggi para pencari magang, tidak sedikit dari mereka yang justru menghambat proses seleksi karena kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindari.
Mari kita telusuri satu per satu.
Masalah yang Paling Sering Dialami Perusahaan
1. Pelamar Asal Klik “Lamar” Tanpa Cek Kompetensi
Fenomena “asal daftar” kini sudah menjadi masalah klasik di dunia rekruitmen magang.
Banyak pelamar MagangHub yang hanya tergiur nama besar perusahaan tanpa membaca deskripsi pekerjaan. Ada yang berlatar belakang akuntansi melamar content writer, ada lulusan administrasi mencoba posisi animator, dan ada pula pelamar yang tidak punya skill apapun tetapi tetap nekat.
Motivasinya sederhana: FOMO—takut kehilangan kesempatan dari teman-temannya.
Padahal, bagi HR, kompetensi dasar tetap menjadi pertimbangan utama. Pelamar yang tidak relevan membuat perusahaan:
-
harus menyaring ratusan CV yang tidak sesuai,
-
membuang waktu saat screening awal,
-
serta sulit menemukan kandidat kompeten dalam waktu terbatas.
Akibatnya, pelamar yang sebenarnya punya potensi malah tenggelam dalam lautan aplikasi yang tidak terfilter dengan baik.
2. Latar Belakang Tidak Mendukung Posisi yang Dilamar
Di banyak kasus, perusahaan menemukan pelamar yang bahkan tidak memiliki pengetahuan paling dasar mengenai posisi yang ia pilih.
Contohnya:
-
Melamar videografer tapi tidak bisa mengoperasikan kamera.
-
Mengincar posisi content writer tanpa portofolio tulisan.
-
Ingin menjadi UI/UX designer tetapi tidak tahu apa itu wireframe atau prototyping.
Bagi HR, situasi ini cukup merepotkan. Walaupun statusnya “anak magang”, perusahaan tetap berharap kandidat:
-
mengerti gambaran tugas,
-
punya dasar kemampuan teknis,
-
dan minimal bisa beradaptasi dengan cepat.
Perusahaan tidak mungkin memulai dari nol untuk setiap peserta magang—mereka tetap membutuhkan talent yang bisa langsung belajar, bukan yang harus diajari segalanya dari awal.
Tips untuk Peserta MagangHub Agar Tidak Salah Langkah
Kebingungan memilih posisi sering membuat pelamar bertindak nekat: apply semua posisi tanpa pikir panjang. Padahal kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas.
Kini ada cara yang lebih cerdas: memanfaatkan AI untuk memetakan kecocokan posisi sesuai kemampuan.
Cukup unggah CV dan portofolio, kemudian minta AI menganalisis:
-
kekuatan utama,
-
jurusan,
-
pengalaman organisasi,
-
soft skills,
-
dan posisi yang paling cocok.
Metode ini membantu pelamar mengirimkan aplikasi yang lebih terarah dan memperbesar peluang diterima.
MagangHub adalah program yang diluncurkan Kemnaker untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan dunia industri. Program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk:
-
belajar langsung di perusahaan,
-
dibimbing mentor ahli di bidangnya,
-
terlibat dalam proyek nyata,
-
memperoleh uang saku setara UMK,
-
dan membangun relasi profesional sejak dini.
Tak heran program ini selalu diserbu. Dengan manfaat sebesar itu, kompetisi pun semakin ketat.
Syarat utama peserta MagangHub:
-
WNI dengan NIK valid
-
Lulusan D3/S1 maksimal setahun dari tanggal ijazah
-
Lulusan kampus yang terdaftar di Kemendiktilitbang
-
Lolos validasi dan seleksi perusahaan mitra
Untuk pelamar yang masih bingung menentukan posisi yang cocok atau tidak percaya diri dengan CV, kini ada program khusus dari Mentors Indonesia: mentoring gratis “Step by Step Keterima MagangHub”.
Mentoring ini dipandu oleh Rizki Rahmanto, general manager HR strategic dengan pengalaman 25 tahun di berbagai industri. Peserta diajak memahami:
-
cara membuat CV yang menarik HR,
-
cara membaca kebutuhan posisi,
-
strategi interview,
-
hingga cara meningkatkan peluang lolos.
Selain itu, peserta akan mendapatkan:
-
e-sertifikat,
-
modul pelatihan,
-
akses komunitas,
-
dan sesi tanya jawab langsung.
Informasi lengkap tersedia di Instagram @mentors_id.
Editor : Mahendra Aditya