Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Empat Perjalanan Kereta di Jatim Sempat Terhenti Imbas Gempa Sumenep 6,5 Magnitudo

Ali Mustofa • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:55 WIB
Gempa bumi M 6,5 mengguncang Sumenep yang menyebabkan 3 warga terluka dan merusak puluhan rumah.
Gempa bumi M 6,5 mengguncang Sumenep yang menyebabkan 3 warga terluka dan merusak puluhan rumah.

RADAR KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep langsung melakukan langkah cepat pascagempa berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang wilayah setempat, Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memerintahkan seluruh jajarannya bersama TNI dan Polri turun langsung ke lokasi terdampak, terutama di Pulau Sapudi dan Talango.

“Sejak pagi ini tim diterjunkan ke Kecamatan Talango untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan darurat,” ujar Bupati usai rapat koordinasi bersama Forkopimda di Kantor Bupati, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, Tiga Orang Luka dan Puluhan Rumah Rusak, Ini Imbauan BMKG ke Warga

Selain ke Talango, rombongan pertama juga diberangkatkan ke Pulau Sapudi guna meninjau titik-titik kerusakan serta memastikan pendataan berjalan cepat.

“Dua tim kami siapkan ke Pulau Sapudi, tim pertama berangkat hari ini dan tim kedua besok (2/10/2025),” tambahnya.

Menurutnya, tim bukan hanya bertugas melakukan pemantauan, melainkan juga membawa bantuan berupa lauk pauk, makanan siap santap, tambahan gizi, terpal, selimut, hingga perlengkapan mandi.

Ia menegaskan, pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum harus segera diselesaikan agar bantuan lanjutan bisa tepat sasaran.

“Pemkab terus memperbarui data dan memastikan semua warga terdampak mendapat perhatian. Fokus utama kita adalah pemulihan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi empat gempa susulan setelah guncangan utama.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 4,4.

Baca Juga: Makan Enak, Bisnis Cuan: Cara Jitu Menggaet Konsumen Kuliner

“Hingga pukul 00.29 WIB, hasil monitoring menunjukkan ada empat kali gempa susulan,” jelas Daryono. Ia menambahkan, berdasarkan analisis terbaru, kekuatan gempa utama diperbarui menjadi magnitudo 6,0.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 50 km tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi, dengan kedalaman 11 km.

BMKG menyebut guncangan termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut.

Dampaknya, Pulau Sapudi mengalami guncangan cukup kuat pada skala V–VI MMI sehingga menimbulkan kerusakan ringan.

Getaran juga dirasakan di Sumenep, Pamekasan, Surabaya, hingga Bali dan Lombok dengan intensitas II–IV MMI.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan 2025–2026, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Meski demikian, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas kebenarannya, serta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan.

“Pastikan informasi resmi hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG,” tegas Daryono.

Selain itu, empat perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember sempat dihentikan sementara akibat gempa.

KAI menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) guna memastikan keamanan jalur, jembatan, dan terowongan.

“Setelah pemeriksaan, jalur dinyatakan aman pukul 00.35 WIB dan perjalanan kereta kembali dilanjutkan. Meski terjadi keterlambatan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

KAI juga menegaskan, prosedur tersebut adalah bentuk komitmen untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang, serta meningkatkan pengawasan di jalur yang rawan bencana.

Editor : Ali Mustofa
#kereta api #sumenep #gempa #pemkab #bmkg #kerusakan