Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

KTT Liga Arab–OKI di Qatar Hasilkan Deklarasi Tolak Agresi Israel dan Pemindahan Paksa

Ali Mustofa • Selasa, 16 September 2025 | 17:45 WIB

Sejumlah pemimpin negara Arab, Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menghadiri KTT Doha, Qatar, Senin (15/9/2025).
Sejumlah pemimpin negara Arab, Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menghadiri KTT Doha, Qatar, Senin (15/9/2025).

RADAR KUDUS – Para pemimpin negara anggota Liga Arab bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menegaskan sikap menolak rencana pemindahan paksa warga Palestina serta mendesak dukungan global bagi proses rekonstruksi Jalur Gaza.

Sikap tersebut dituangkan dalam deklarasi bersama yang disahkan pada penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) gabungan di Doha, Qatar, Senin (15/9/2025).

Dalam dokumen itu, mereka mengutuk setiap upaya Israel yang berusaha mengusir warga Palestina dari tanah yang diduduki sejak 1967 dengan alasan apa pun.

Baca Juga: Demo Ricuh di Dili Timor Leste, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Demonstran

“Kami menekankan pentingnya melaksanakan rencana Arab-Islam untuk pembangunan kembali Gaza, baik dari sisi politik maupun teknis. Rekonstruksi harus segera dimulai,” bunyi pernyataan tersebut.

Negara-negara anggota juga mendorong partisipasi para donatur internasional dalam konferensi rekonstruksi Gaza yang direncanakan digelar di Kairo setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata.

Menurut mereka, perdamaian di kawasan tidak akan pernah terwujud melalui agresi militer maupun pengabaian terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Selain menyerukan bantuan kemanusiaan segera, komunike akhir KTT turut menekankan peninjauan ulang hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel, mendesak penegakan hukum internasional, serta mendorong penangguhan keanggotaan Israel di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam forum itu, pemimpin Teluk termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyepakati penguatan sistem pertahanan bersama.

Mereka pun meminta Amerika Serikat menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan serangan Israel.

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi bahkan menegaskan, agresi Israel justru mengancam prospek perdamaian di Timur Tengah.

Baca Juga: Niat Baik Belum Tentu Berakhir Manis, 7 Kebaikan Ini Justru Bisa Jadi Bumerang dalam Hidup

Hadir pula sejumlah tokoh dunia Islam, seperti Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Dalam pidatonya, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani menuding Israel sengaja menggagalkan proses perundingan Gaza dengan menyerang delegasi Hamas di Doha pekan lalu.

Ia menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berambisi menundukkan dunia Arab di bawah kendali Israel.

“Siapa pun yang menyerang pihak yang sedang bernegosiasi, jelas ingin menghancurkan proses perundingan. Bagi Israel, negosiasi hanyalah bagian dari strategi perang,” ucap Sheikh Tamim.

Ia menambahkan, Israel menjadikan konflik di Gaza sebagai dalih memperluas permukiman ilegal dan merombak status quo.

Baca Juga: Saat Ketidakadilan Menyakitkan, Islam Ajarkan Jalan Rahasia: Legowo!

Alih-alih memperjuangkan pembebasan sandera, Israel justru dituding berupaya menjadikan Gaza tidak layak dihuni.

Sheikh Tamim bahkan menyebut tindakan Israel itu sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina.

Editor : Ali Mustofa
#Israel #palestina #Jalur Gaza #oki #gencatan senjata