JAKARTA– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyampaikan progres pendaftaran tanah sudah mendekati selesai.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI baru-baru ini, Nusron menegaskan target sertipikasi tanah hampir tercapai secara nasional.
“Sampai saat ini, pendaftaran tanah sudah mencapai 123,1 juta bidang atau 98 persen dari target 126 juta bidang tanah,” kata Nusron.
Data per 4 September 2025 mencatat, dari jumlah tersebut, 96,9 juta bidang sudah bersertipikat atau 77 persen. Rinciannya meliputi tanah Hak Milik 88,2 juta bidang, HGU 20 ribu bidang, HGB 6,6 juta bidang, Hak Pakai 1,6 juta bidang, Hak Pengelolaan 8 ribu bidang, dan Hak Wakaf 276 ribu bidang.
Terkait tanah wakaf, Nusron menekankan pentingnya percepatan pendaftaran agar aset umat terlindungi.
“Sejak 2024, ATR/BPN bersama Kementerian Agama melakukan percepatan pendaftaran tanah wakaf untuk memberikan kepastian hukum,” jelasnya.
Meski capaian tinggi, ia mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama terkait penyelesaian sengketa dan proses administrasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, gubernur, wali kota, bupati, dan banyak pihak untuk percepatan penyelesaian masalah pertanahan,” tegasnya.
RDP yang dipimpin Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda itu diikuti seluruh pejabat tinggi ATR/BPN secara luring, serta seluruh Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor Pertanahan se-Indonesia secara daring. (int)
Editor : Mahendra Aditya