RADAR KUDUS – Sebanyak 237 pelajar masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong.
Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban mengalami gejala seperti muntah dan diare.
Dokter spesialis anak RSUD Lebong, Arya Wisnu Prayoga, menjelaskan dari total 283 siswa yang terdampak, 237 anak dirawat di rumah sakit, sementara sisanya ditangani di sejumlah puskesmas.
Baca Juga: Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi Nasional Hari Ini, 28 Agustus 2025, Apa Tuntutannya?
“Semua pasien yang masuk memiliki keluhan serupa, muntah berulang lebih dari delapan kali. Karena itu, kami memberikan cairan infus sebagai pengganti cairan tubuh. Setelah ditangani, mereka dipindahkan ke ruang perawatan,” ungkap Arya.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, menuturkan pihaknya saat ini masih fokus pada penanganan pasien. Penyelidikan penyebab keracunan belum dapat disimpulkan.
“Sampel makanan sudah diambil dan sedang diuji di laboratorium,” jelasnya.
Kasus ini menyita perhatian publik lantaran ratusan siswa di Lebong, Bengkulu, harus dilarikan ke rumah sakit. Program MBG yang digagas pemerintah justru berakhir pada insiden tak diinginkan.
Hingga Rabu (27/8/2025) sore, jumlah korban mencapai 281 anak. Mereka mengalami mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap menu berupa bakso, jagung, dan mi.
Plt Direktur RSUD Lebong, dr. Eni Efriyani, mengatakan lonjakan pasien terjadi sangat cepat.
Baca Juga: Muncul Lagi Dugaan Kasus Umroh Fiktif di Kudus, Korban Sudah Melapor ke Polisi
“Awalnya hanya 130 siswa, tetapi jumlahnya meningkat hingga 252 anak yang kini dirawat di RSUD. Jika ditambah pasien di puskesmas, totalnya 281 anak,” terangnya.
Keterbatasan ruang rawat membuat pasien ditempatkan di berbagai area rumah sakit, termasuk poli anak, aula, hingga selasar.
Tenaga medis memberikan penanganan berupa cairan infus, antibiotik, serta obat-obatan lain.
“Semua siswa masih berada dalam pengawasan dokter dan tim medis,” kata Eni.
Bupati Lebong, Azhari, juga turun tangan dengan memerintahkan seluruh tenaga kesehatan untuk dikerahkan.
Baca Juga: KKN UNISNU XIX Desa Klepu Dorong UMKM Mekar Lestari Go Digital Melalui Sosialisasi Platform Digital
“Instruksi bupati jelas, semua dokter dan tenaga medis harus terlibat penuh menangani siswa yang keracunan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan perhatian penuh pemerintah terhadap insiden ini. Ia meminta agar layanan kesehatan diberikan secara optimal.
“Pemerintah provinsi menyampaikan empati dan meminta seluruh rumah sakit memberikan pelayanan maksimal bagi anak-anak kita,” ujarnya di Bengkulu, Rabu (27/8/2025).
Helmi juga mengingatkan agar fasilitas ambulans gratis di Kabupaten Lebong maupun Rejang Lebong dapat digunakan untuk membantu proses rujukan pasien.
Menurutnya, kasus ini semestinya tidak terjadi jika pelaksanaan Program MBG mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami minta pihak berwenang segera menelusuri penyebab kejadian ini. Hasil investigasi akan dilaporkan ke BGN agar bisa diambil langkah lanjutan. Harapan kita, insiden semacam ini tidak terulang lagi,” tegas Helmi.
Editor : Ali Mustofa