RADAR KUDUS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini menerima kunjungan seorang ibu bernama Dian dan anaknya yang berasal dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
Dian datang untuk mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, yaitu anaknya yang terjerat dalam kecanduan obat terlarang, yang berdampak negatif pada anggota keluarga lainnya.
Dedi Mulyadi bertanya kepada Dian tentang fokus utama dari kedatangannya. Dian menjelaskan bahwa dia berharap anaknya bisa dididik dengan baik.
Baca Juga: Hasil Porto Vs Al Ahly 4:4, Hattrick Penyerang Palestina Warnai Drama 8 Gol di Piala Dunia Antarklub
Namun, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dia tidak dapat mengambil tanggung jawab untuk mendidik anak Dian karena kesibukannya yang padat.
Dian kemudian mengusulkan agar anaknya dititipkan di Barak Militer untuk mendapatkan pendidikan.
Dedi Mulyadi merespons dengan menyatakan bahwa meskipun ada program di barak militer, dia khawatir tentang kemungkinan anak Dian kembali ke lingkungan yang sama setelah program selesai.
Dian mengakui bahwa tidak ada jaminan anaknya tidak akan kembali bergaul dengan teman-teman lama yang mungkin memicu kecanduannya lagi.
Gubernur menekankan bahwa ada banyak masalah yang harus diatasi di Jawa Barat, dan dia tidak ingin dianggap mengabaikan warganya sendiri.
Dia menyatakan bahwa masih banyak pengangguran di Jawa Barat yang perlu diperhatikan.
Dedi Mulyadi berkomitmen untuk membantu anak Dian dengan mengantarkannya ke barak militer, tetapi menekankan pentingnya proses konseling dan pemeriksaan psikologis sebelum masuk ke program tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa dia tidak akan memenuhi permintaan lain dari Dian, karena fokusnya adalah pada pemulihan anaknya.
Dedi Mulyadi menambahkan bahwa jika dia memenuhi permintaan tersebut, akan banyak orang lain yang datang dengan harapan yang sama, dan itu bisa menjadi masalah.
Dia ingin memastikan bahwa dia tetap fokus pada upaya membantu anak Dian sembuh dan mendapatkan pendidikan yang tepat. (Nilna Hibran)
Editor : Ali Mustofa