Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Angka PHK Paling Tinggi se-Indonesia Terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Segini Jumlahnya

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 3 Juni 2025 | 16:45 WIB

TUNGGU: Pekerja Sritex ketika menunggu pengumuman tentang PHK pada Jumat, 28 februari lalu. (M.IHSAN/RADARSOLO)
TUNGGU: Pekerja Sritex ketika menunggu pengumuman tentang PHK pada Jumat, 28 februari lalu. (M.IHSAN/RADARSOLO)

RADAR KUDUS – Indonesia kembali diguncang gelombang besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Di tengah tekanan ekonomi yang kian berat dan ketidakpastian global, jumlah pekerja yang harus kehilangan mata pencahariannya terus melonjak.

Fakta paling mencengangkan datang dari Jawa Tengah, yang kini tercatat sebagai provinsi dengan jumlah PHK tertinggi se-Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan RI per 20 Mei 2025, sebanyak 26.455 pekerja telah resmi diberhentikan dari pekerjaannya.

Dari angka tersebut, Jawa Tengah menyumbang korban terbanyak, yakni mencapai 10.695 pekerja, mengungguli provinsi-provinsi lain dalam hal jumlah PHK.

Menempati urutan kedua adalah DKI Jakarta dengan total 6.279 orang yang terkena PHK. Sementara itu, Provinsi Riau berada di posisi ketiga dengan 3.570 pekerja terdampak.

Baca Juga: Indonesia Open 2025 Hari Ini: Putri KW Siap Hadapi Malvika Bansod dari India di Istora Senayan!

Digitalisasi dan Perubahan Industri Jadi Biang Keladi

Indah Anggoro Putri, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker, mengungkapkan bahwa lonjakan PHK ini tidak terjadi tanpa sebab.

Perubahan pesat dalam teknologi dan digitalisasi di berbagai sektor industri menjadi salah satu pemicu utama gelombang PHK ini.

"Perubahan model bisnis, adopsi teknologi baru, dan digitalisasi yang masif mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi. Sayangnya, dampaknya justru menimpa para pekerja," ujar Indah.

Sektor-sektor yang selama ini menjadi tulang punggung lapangan kerja justru menjadi penyumbang PHK terbanyak.

Antara lain sektor industri pengolahan, perdagangan besar, serta jasa – yang semuanya memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia, terutama di Jawa Tengah.

Ketika PHK Tak Lagi Bisa Dihindari

Meski pemerintah mendorong dialog sosial antara pengusaha dan karyawan untuk menghindari PHK, realitasnya banyak perusahaan berada di ujung tanduk.

Menurut Indah, PHK bukanlah pilihan utama, namun menjadi langkah terakhir saat perusahaan benar-benar tidak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan persaingan yang semakin brutal.

“Tidak ada pengusaha yang menginginkan PHK. Tapi ketika perusahaan tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan teknologi, pilihan itu menjadi tak terelakkan,” tegasnya.

Jawa Tengah: Episentrum Krisis Ketenagakerjaan?

Jawa Tengah, yang selama ini dikenal sebagai basis industri manufaktur dan pengolahan, kini justru menjadi pusat ledakan PHK terbesar di Indonesia. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius akan stabilitas ekonomi dan sosial di provinsi tersebut.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya kerentanan struktural dalam sistem ketenagakerjaan di daerah-daerah industri. Ketika badai ekonomi datang, para pekerja menjadi korban pertama yang harus menanggung beban.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Bhayangkara FC Siap Boyong Striker Naturalisasi Timnas Kamboja Andres Nieto

Solusi atau Hanya Penundaan?

Pemerintah menyebut dialog sosial sebagai solusi utama untuk menekan angka PHK. Namun, pertanyaannya: apakah langkah ini cukup ampuh di tengah gelombang besar transformasi digital dan efisiensi korporasi?

Tanpa strategi konkret untuk mengantisipasi disrupsi teknologi dan memperkuat daya tahan industri, gelombang PHK bisa saja terus berlanjut.

Saat ini, yang dibutuhkan bukan hanya mitigasi jangka pendek, tapi juga perombakan sistem pelatihan kerja, restrukturisasi industri, hingga insentif bagi perusahaan yang mampu mempertahankan tenaga kerjanya.

Baca Juga: Idul Adha Jatuh di Hari Jumat! Wajibkah Salat Jumat Setelah Salat Id? Ini Penjelasan 3 Mazhab dan Buya Yahya!

PHK Bisa Terjadi di Mana Saja

Gelombang PHK yang melanda Indonesia—khususnya di Jawa Tengah—menjadi alarm keras bagi semua pihak.

Ini bukan hanya persoalan angka, tapi juga soal nasib ribuan keluarga yang kehilangan sumber penghidupan.

Jika tidak ada tindakan cepat dan terukur, badai ini bisa berubah menjadi krisis ketenagakerjaan nasional. Dan saat itu tiba, bukan hanya Jawa Tengah yang terkena dampaknya—tapi seluruh Indonesia.

Editor : Mahendra Aditya
#Jawa Tengah PHK tertinggi #jumlah PHK #jawa tengah #PHK #PHK massal 2025