BLORA - Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin asal Blora jadi Duta Besar Republi Indonesia untuk Uzbekistan dan Kyrgystan.
Ini diketahui setelah belum lama ini Bupati Blora Arief Rohman mengunggah postingan Instagram, memberi ucapan kepada Siti Ruhaini.
Siti Ruhaini diketahui adalah sosok akademisi serta aktivis hak asasi manusia dari Blora, Jawa Tengah.
Pelantikannya dilaksanakan di Istana Negara pada Senin, 24 Maret 2025 yang langsung dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Informasi dari beberapa literature, Ruhaini berasal dari keluarga gerakan Islam dan pendidikan.
Putri dari Muryati Sukardi yang tak lain merupakan tokoh perempuan tak lain dua kali periode jadi Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Blora.
Sosok yang biasa dipanggil Ruhaini itu menempuh pendidikan tinggi dalam studi Islam dan hak asasi manusia. Juga dikenal pakar dalam bidang ke-Islaman, demokrasi, dan gender.
Karena karir di pendidikannya itu dia didapuk juga Ketua Komisi HAM Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dirinya juga aktif di forum internasional, konsentrasi dalam memperjuangkan demokrasi dan kesetaraan gender.
Riwayat pendidikannya yaitu Strata Satu (S1) di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1988.
Kemudian berhasil meraih gelar master di Monash University, Melbourne Australia sekitar tahun 1993.
Kemudian pada tahun 2011 dirinya berhasil meraih gelar doktor di bidang sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara gelar profesor diraih Pada 14 September 2021 yaitu Bidang HAM dan Gender Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selain sebagai dosen UIN Sunan Kalijaga, dirinya adalah pendiri Rifka Annisa Women’s Crisis Center. Yaitu lembaga yang berperan dalam perlindungan perempuan dan pengarusutamaan gender di Indonesia.
Ia sempat jabat Direktur Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Sunan Kalijaga. Tak cukup itu dia juga pernah di Dewan Pengawas Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) UII.
Penghargaan yang diraihnya antara lain 10 dosen berprestasi dari Menteri Agama tahun 2010. (*)
Editor : Mahendra Aditya