BANDUNG - Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ditemukan tewas setelah diduga bunuh diri di sebuah apartemen di Kota Sumedang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/11) dini hari.
Rekaman CCTV menunjukkan korban naik ke lantai 27, lantai tertinggi apartemen, sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Uyun Saeful Uyun, menjelaskan bahwa korban JAA (19) merupakan mahasiswa aktif di ITB.
Jenazah korban ditemukan tergeletak di lantai dasar apartemen oleh petugas keamanan pada pagi harinya.
“Kami sudah memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan korban naik lift seorang diri ke lantai tertinggi. Kami masih menyelidiki detail kejadian dan mencari keterangan dari berbagai pihak,” ujar AKP Uyun, Selasa (19/11).
Polisi menyita beberapa barang pribadi korban, termasuk ponsel dan catatan, untuk mengungkap kemungkinan motif di balik dugaan bunuh diri tersebut.
Hingga saat ini, keluarga dan teman dekat korban sedang dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan.
Menurut beberapa rekannya, JAA dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan aktif, meskipun belakangan ini ia menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.
“Kami sangat terkejut dan tidak menyangka hal ini terjadi. Dia biasanya rajin dan jarang menunjukkan tanda-tanda masalah,” ujar salah satu teman sekelasnya yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini kembali menyoroti isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa.
Beban akademik, tekanan sosial, dan tantangan pribadi sering kali menjadi beban yang berat bagi mahasiswa, terutama di kampus yang kompetitif seperti ITB.
Psikolog klinis, Dr. Maria Susanti, menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan kesehatan mental.
“Perubahan perilaku seperti menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan semangat, atau menyampaikan rasa putus asa harus menjadi perhatian. Dukungan dari keluarga dan teman sangat diperlukan,” ujarnya. (*/khim)
Editor : Abdul Rokhim