RADAR KUDUS - Usai tidak menjabat, Menteri Luar Negeri RI sejak 2014 hingga 2024, Retno Marsudi kini aktif nenhadi utusan khusus Sekjen PBB. Baru-baru ini, dia membagikan kegiatan pertamanya dalam perannya saat ini di PBB.
Retno dikenal menolak penghapusan Palestina dari peta dunia. Dia juga mendesak agar Israel menyudahi aliran senjata ke Palestina.
Tak heran dia dipercaya sebagai juru perdamaian Palestina oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Sebagai menteri luar negeri pertama, Retno aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.
Profil Retno Marsudi
Retno memiliki nama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi. Dia lahir pada di Semarang, 27 November 1962.
Dia menjadi perempuan pertama yang menjadi Menteri Luar Negeri RI.
Dia menjabat sebagai menteri sejak 27 Oktober 2014 hingga Oktober 2024 di Kabinet Kerja dan Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo.
Sebelum menjadi menteru, Retno seorang diplomat dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag.
Pendidikan Retno Marsudi
Retno Marsudi lahir di Semarang. Dia sekolah di SMA Negeri 3 Semarang. Kemudian berlanjut kuliah S-1 Ilmu Hubungan Internasional di Univetsitas Gadjah Mada Jogjakarta pada 1985.
Dia juga mengambil program studi lain seperti Undang-Undang Uni Eropa di Haagse Hogeschool di Den Haag dan Studi Hak Asasi Manusia di Universitas Oslo.
Karier Retno Marsudi
Usai lulus kuliah, Ratno bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia. Sejak 1997 hingga 2001, Retno menjabat sebagai Sekretarus satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda.
Pada 2001, dia ditunjuk sebagai Direktur Kerja Sama Intra-Kawasan Amerika-Eropa.
Retno dipromosikan menhadi Direktur Eropa Barat pada 2003.
Hingga pada 2015, dia diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia.
Sebelum masa baktinya selesai , Retno dikirim ke Jakarta untuk menjadi Direktur Jenderal Eropa dan Amerika yang mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika.
Pada 2012, Retno dikirim sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag.
Kemudian pada 2017, Retno filantuk menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Kerja periode 2014-2019. Kemudian pada 19 Oktober 2018, Retno kembali diminta untuk membantu presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju diposisi yang sama.
Keluarga Retno Marsudi
Retno Marsudi menikah Agus Marsudi, seorang arsitek. Dari pernikahan keduanya, Retno dikaruniai dua anak yakni Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi.
Karir Usai Tak Menjabat sebagai Menteri
Setelah tak menjabat sebagai menteri, Retno kini bekerja sebagai utusan khusus Sekjen PBB untuk Air.
Editor : Noor Syafaatul Udhma